Pemkab Bandung Targetkan 2.000 Perbaikan Rutilahu pada 2026, Prioritaskan Kualitas Hunian Warga
Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan 2.000 Perbaikan Rutilahu hingga tahun 2026 sebagai upaya nyata meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.
Pemerintah Kabupaten Bandung (Pemkab Bandung) telah menetapkan target ambisius untuk memperbaiki sekitar 2.000 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada tahun 2026. Program ini merupakan bagian integral dari prioritas daerah untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan komitmen Pemkab dalam mengatasi masalah hunian yang tidak layak di wilayahnya.
Target perbaikan Rutilahu ini berasal dari berbagai jalur pengajuan yang ada di Kabupaten Bandung. Pengajuan tersebut mencakup usulan dari kepala desa melalui program Rembug Bedas serta inisiatif langsung dari dinas terkait. Langkah ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam mengidentifikasi dan menangani kebutuhan perumahan warga.
Upaya perbaikan Rutilahu ini bertujuan untuk memastikan setiap keluarga memiliki tempat tinggal yang layak dan aman. Kualitas hunian yang baik diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesehatan, pendidikan, dan produktivitas masyarakat. Program ini menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Target dan Sumber Pengajuan Perbaikan Rutilahu
Bupati Dadang Supriatna menjelaskan bahwa dari total target 2.000 Rutilahu, sekitar 1.000 unit akan disalurkan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung. Angka ini mencerminkan alokasi yang terencana untuk memaksimalkan efektivitas program perbaikan. Prioritas diberikan pada rumah-rumah yang paling membutuhkan intervensi.
Pengajuan perbaikan Rutilahu tidak hanya datang dari satu pintu, melainkan melalui mekanisme yang beragam. Kepala desa berperan aktif dalam mengidentifikasi Rutilahu di wilayahnya dan mengajukannya melalui program Rembug Bedas. Selain itu, dinas terkait juga memiliki kewenangan untuk mengajukan perbaikan berdasarkan data dan survei lapangan yang komprehensif.
Meskipun target tahunan sebelumnya mencapai 3.600 unit, adanya pengurangan anggaran menyebabkan penyesuaian target menjadi sekitar 2.000 unit. Bupati berharap, jika Transfer ke Daerah (TKD) kembali normal, program perbaikan Rutilahu dapat digenjot kembali. Data menunjukkan bahwa masih ada hampir 25.000 rumah yang memerlukan perbaikan di Kabupaten Bandung.
Peran Disperkimtan dalam Optimalisasi Program
Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung, Enjang Wahyudin, menyatakan kesiapannya untuk mengoptimalkan upaya penuh dalam mendukung rencana bupati dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi Pemkab Bandung untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.
Disperkimtan akan mendorong percepatan optimalisasi peta kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Fokus tidak hanya pada Perbaikan Rutilahu, tetapi juga penanganan kawasan kumuh dan pelayanan pemakaman. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik bagi seluruh penduduk Kabupaten Bandung.
Pernyataan Bupati mengenai tiga kebutuhan dasar masyarakat menjadi landasan kerja Disperkimtan. Pihaknya berupaya keras mengoptimalkan peta kebutuhan tersebut melalui berbagai program. Sinergi antara pemerintah daerah dan dinas terkait menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan
Anggaran menjadi salah satu tantangan utama dalam merealisasikan target perbaikan Rutilahu. Meskipun ada penyesuaian target karena keterbatasan anggaran, Pemkab Bandung tetap berkomitmen untuk melanjutkan program ini. Bupati berharap adanya peningkatan Transfer ke Daerah (TKD) di masa mendatang agar lebih banyak rumah dapat diperbaiki.
Data terbaru menunjukkan bahwa masih ada sekitar 25.000 rumah di Kabupaten Bandung yang masuk kategori Rutilahu. Angka ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah untuk terus berupaya mencari solusi. Pendataan yang akurat dan berkelanjutan menjadi fondasi penting dalam perencanaan program perbaikan.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan Rutilahu. Dengan dukungan penuh dari semua elemen, diharapkan target perbaikan dapat tercapai. Peningkatan kualitas hunian akan berdampak positif pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews