Pemerintah Kaltim Giat Rawat Danau Labuan Cermin, Warisan Geologi Air Dua Rasa
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur giat merawat Danau Labuan Cermin, warisan geologi unik dengan fenomena air dua rasa yang telah ditetapkan sebagai Geoheritage. Simak upaya pelestariannya!
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) secara aktif merawat dan menjaga kelestarian ekosistem Danau Labuan Cermin. Danau ini merupakan warisan geologi alam yang memiliki keunikan air dua rasa di Kampung Biduk Biduk, Kabupaten Berau. Plt Kepala Dinas Kehutanan Kaltim, Rusmadi, menegaskan pentingnya pelestarian pariwisata berkelanjutan di kawasan tersebut.
Fenomena langka ini menampilkan pertemuan lapisan air tawar di bagian atas dan air asin di bagian bawah secara seimbang. Kondisi hidrologi unik ini menjadikan Danau Labuan Cermin ditetapkan sebagai Warisan Geologi atau Geoheritage pada tahun 2024. Penetapan penting ini disahkan melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Nomor 187.K/GL.1/MEM.G/2024.
Upaya pelestarian terus digencarkan melalui imbauan kepada pengunjung agar tidak merusak batuan karst dan membuang sampah sembarangan. Sosialisasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem bentang permata karst Kaltim ini juga terus dilakukan kepada masyarakat sekitar dan wisatawan.
Keunikan Danau Labuan Cermin sebagai Warisan Geologi
Danau Labuan Cermin di Kampung Biduk Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menawarkan pemandangan alam yang memukau dengan fenomena air dua rasa. Keunikan ini terjadi karena adanya lapisan air tawar di permukaan dan air asin di bagian bawah danau yang tidak bercampur. Kondisi hidrologi yang langka ini menjadikannya daya tarik utama bagi wisatawan dan peneliti geologi.
Pada tahun 2024, kawasan perairan ini secara resmi ditetapkan sebagai Warisan Geologi atau Geoheritage. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Nomor 187.K/GL.1/MEM.G/2024. Pengakuan ini menempatkan Danau Labuan Cermin sebagai salah satu komponen geologi unggulan di bawah naungan Geopark Sangkulirang Mangkalihat.
Plt Kepala Dinas Kehutanan Kaltim, Rusmadi, menekankan bahwa penetapan ini merupakan bukti nyata nilai ilmiah dan konservasi Danau Labuan Cermin. Keberadaan danau ini menjadi aset berharga yang perlu dijaga kelestariannya untuk generasi mendatang. Pentingnya menjaga kebersihan dan tidak merusak lingkungan menjadi fokus utama dalam setiap imbauan kepada pengunjung.
Struktur Geologi dan Ekosistem Karst Danau Labuan Cermin
Karakteristik utama Danau Labuan Cermin terbentuk dari ekosistem danau air tawar yang berada dalam sistem bentang alam karst. Bagian utara danau ini memiliki aliran air yang menuju langsung ke laut. Struktur geologi yang kompleks ini menjadi dasar keunikan hidrologi yang ada.
Kawasan Danau Labuan Cermin juga memiliki kontak batuan gamping klasik dengan napal dari formasi Domaring. Penelitian menunjukkan bahwa batuan ini telah berumur sekitar lima belas hingga dua belas juta tahun yang lalu. Usia batuan ini memberikan gambaran tentang sejarah geologi panjang di wilayah Kalimantan Timur.
Struktur geologi di sekitar Danau Labuan Cermin turut dipengaruhi oleh aktivitas sesar Mangkalihat. Aktivitas sesar ini memicu kemunculan mata air dengan arah membentang dari barat laut ke tenggara. Fenomena geologi ini berkontribusi pada formasi danau serta keunikan air dua rasanya.
Komitmen Pelestarian dan Pengawasan Lingkungan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sangat berkomitmen dalam menjaga kelestarian Danau Labuan Cermin. Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan ekowisata ini tetap lestari dan berkelanjutan. Salah satunya adalah melalui pengawasan ketat terhadap aktivitas pengunjung dan masyarakat sekitar.
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Pantai Dinas Kehutanan Kaltim diterjunkan langsung ke lapangan. Tim ini bertugas mengawasi kelestarian area ekowisata Danau Labuan Cermin. Mereka memastikan tidak ada aktivitas manusia yang dapat merusak vegetasi alami atau mencemari kejernihan air danau.
Pemerintah daerah secara tegas melarang segala bentuk tindakan yang berpotensi merusak lingkungan. Sosialisasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem terus digencarkan kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kolektif akan nilai penting Danau Labuan Cermin sebagai warisan alam Kaltim.
Sumber: AntaraNews