PAM Jaya Tuntaskan 29 dari 43 Titik Galian Pipa, Proyek Air PAM Jaya Rampung Bertahap hingga 2025
PAM Jaya terus kebut Proyek Air PAM Jaya untuk pemerataan suplai air minum di Jakarta. Simak progres terkini dan target penyelesaian galian pipa yang sempat picu kemacetan.
PAM Jaya, sebagai Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang bertanggung jawab atas penyediaan air minum di Jakarta, kini tengah fokus menuntaskan serangkaian pekerjaan konstruksi. Proyek ini melibatkan pemasangan pipa air minum di berbagai wilayah ibu kota, sebuah langkah krusial untuk meningkatkan infrastruktur dan memastikan pemerataan suplai air bersih bagi seluruh warga.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari percepatan layanan air minum perpipaan yang aman dan berkualitas. Ia mengakui bahwa setiap pekerjaan konstruksi, terutama yang melibatkan galian di jalan, seringkali menimbulkan dampak pada lalu lintas dan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Oleh karena itu, PAM Jaya berharap adanya dukungan serta kesabaran dari publik selama proses pengerjaan berlangsung.
Pekerjaan galian ini tersebar di beberapa lokasi strategis, termasuk di wilayah Jakarta Timur seperti Pondok Gede hingga Jatiwaringin, tepatnya di Jalan Raya Bogor, Jalan Haji Bokir Bin Djiun, dan Jalan Pondok Gede. Selain itu, proyek serupa juga dilakukan di Jakarta Selatan, meliputi Jalan Ciputat Raya dan Jalan TB Simatupang, dengan target penyelesaian bertahap hingga tahun 2025.
Progres dan Lokasi Proyek Pemasangan Pipa
Pekerjaan konstruksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Buaran Hilir di kawasan Pondok Gede menjadi salah satu fokus utama PAM Jaya. Proyek ini ditargetkan rampung pada September 2025. Dari total 43 titik galian yang harus dikerjakan di sepanjang Jalan Jatiwaringin, mulai dari exit Tol Pondok Gede hingga Jalan H. Bokir, sebanyak 29 titik telah berhasil diselesaikan. Sementara itu, 14 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan di lapangan.
Dari 14 titik yang sedang berjalan, empat di antaranya berada di area taman sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas secara signifikan. Dua titik telah dilakukan pengecilan pagar pembatas untuk memperlancar pergerakan kendaraan, sedangkan delapan titik sisanya masih dalam tahap penyambungan, pengujian tekanan pipa, atau proses pembukaan kembali setelah penundaan teknis. Seluruh pekerjaan ini direncanakan selesai secara bertahap hingga akhir September 2025.
PAM Jaya juga melakukan pemasangan pipa air minum untuk proyek Rusun Tanjung Barat tahap 2, yang membentang dari Jalan Kebagusan Raya hingga Jalan Keramat di Jakarta Selatan. Pekerjaan ini dijadwalkan berlangsung dari Agustus hingga Oktober 2025. Selain itu, Proyek SPAM Pesanggrahan juga akan dikerjakan mulai Agustus hingga Desember 2025, meliputi Jalan Ciputat Raya, Jalan RA Kartini, hingga Jalan Deplu Raya di Jakarta Selatan.
Metode Pengerjaan dan Mitigasi Dampak
Untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas yang mungkin timbul akibat pekerjaan galian, PAM Jaya telah menerapkan berbagai strategi. Salah satunya adalah dengan melakukan pengecilan area proyek di sejumlah titik. Hal ini bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas dan meminimalkan gangguan bagi pengguna jalan. Upaya serupa juga diterapkan di titik pekerjaan Jalan Ciputat Raya dan Jalan TB Simatupang di Jakarta Selatan, dengan tujuan menjaga agar aktivitas lalu lintas tetap terkendali.
Arief Nasrudin menjelaskan bahwa galian yang masih terlihat terbuka di beberapa lokasi, yang merupakan titik masuk pipa besar, bukan berarti tidak ada aktivitas yang berlangsung. PAM Jaya menggunakan metode microtunnelling atau pengeboran bawah tanah sebagai entry point untuk pemasangan pipa. Metode ini memungkinkan sebagian besar proses konstruksi tidak terlihat di permukaan, sehingga mengurangi dampak visual dan gangguan di jalan raya.
Selain pekerjaan teknis, terdapat pula pekerjaan non-teknis yang harus dilakukan, seperti proses administrasi dan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait. Hal ini penting terutama jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan yang memerlukan penyesuaian. PAM Jaya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul dan mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif saat melintas di sekitar lokasi proyek demi kelancaran perjalanan.
Sumber: AntaraNews