Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mengambil tindakan sigap untuk mengatasi masalah sumbatan pada drainase di kawasan Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat. Penanganan ini dilakukan guna memastikan fungsi drainase kembali normal dan mencegah genangan air di jalanan.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyatakan bahwa tim terpadu dari berbagai instansi terkait telah diterjunkan untuk melakukan pengurasan massal. Upaya ini melibatkan petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA), Suku Dinas Bina Marga, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), hingga PAM Jaya.
Pengurasan ini bertujuan untuk mengangkat sedimen, lumpur tebal, dan tumpukan sampah yang menjadi penyebab utama sumbatan. Dengan demikian, air diharapkan dapat mengalir lancar dan tidak meluber ke jalan di lima wilayah RW yang dilintasi saluran tersebut.
Advertisement
Advertisement
Wali Kota Iin Mutmainnah menjelaskan bahwa sumbatan drainase di Pegadungan disebabkan oleh akumulasi sedimen dan lumpur berbau yang sangat tebal, serta tumpukan sampah. Kondisi ini diperparah dengan kontur Jalan Peta Selatan yang cekung, membuat air mudah terperangkap dan menyebabkan genangan.
Tim terpadu yang terdiri dari Sudin SDA, Sudin Bina Marga, PPSU, dan PAM Jaya melakukan pengurasan massal secara intensif. Langkah ini krusial untuk mengembalikan fungsi drainase sebagai jalur aliran air yang efektif dan mencegah dampak negatif bagi warga sekitar.
Saluran air yang menjadi fokus penanganan ini melintasi lima wilayah RW di Pegadungan, menunjukkan skala masalah yang cukup luas. Penanganan cepat dari Pemkot Jakbar diharapkan dapat memberikan solusi jangka pendek yang signifikan.
Advertisement
Advertisement
Sebelumnya, Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya) menanggapi tudingan mengenai proyek galian di Jalan Peta Selatan yang dianggap terbengkalai. Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza, menegaskan bahwa tidak adanya aktivitas pekerjaan fisik di lokasi galian bukan berarti proyek mangkrak.
Gatra menjelaskan bahwa proyek tersebut menggunakan metode "jacking" atau pengeboran bawah tanah, bukan metode "open cut" yang membongkar jalan secara masif. Metode jacking ini memungkinkan pemasangan pipa pracetak dengan mendorongnya dari sumuran peluncuran ke sumuran penerima menggunakan dongkrak hidrolik, tanpa perlu menggali permukaan jalan secara terus-menerus.
Lubang-lubang galian yang terlihat di lokasi sebenarnya berfungsi sebagai "bak kontrol" untuk memantau jalur pipa yang dipasang di bawah tanah. Ini memastikan bahwa pipa-pipa terpasang dengan benar dan lurus, meskipun dari permukaan terlihat tidak ada pekerjaan yang berlangsung.
Advertisement
Penggunaan metode jacking sangat efisien untuk area padat penduduk seperti Jakarta, karena meminimalkan gangguan lalu lintas dan kerusakan infrastruktur jalan. Jika menggunakan "open cut", pembongkaran jalan akan menyebabkan kemacetan parah dan dampak yang lebih luas.
Advertisement
Selain penanganan sumbatan drainase, Pemkot Jakbar juga telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk mengatasi masalah genangan di Jalan Peta Selatan. Rencana ini akan diimplementasikan setelah proyek perpipaan PAM Jaya selesai sepenuhnya.
Wali Kota Iin Mutmainnah menyatakan bahwa badan jalan yang cekung akan segera ditinggikan untuk menyamakan elevasi. Peninggian jalan ini diharapkan dapat membuat permukaan jalan merata dan secara permanen membebaskan area tersebut dari genangan air.
Perbaikan dan peninggian jalan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Jakbar untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan nyaman bagi warga. Sinergi antara penanganan drainase dan perbaikan infrastruktur jalan menjadi kunci keberhasilan upaya ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews