PAM Jaya berkolaborasi dengan Komunitas Warga Jaga Jakarta (KOMWAJA) menggelar sosialisasi pentingnya menghentikan penggunaan air tanah. Acara ini berlangsung di Asrama Navigasi, RW 16 Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu, 25 April. Tujuannya mengedukasi warga tentang dampak serius serta mempermudah prosedur berlangganan air perpipaan.
Pemerhati lingkungan, Rachman Susanto Batjo, menegaskan bahwa penggunaan air tanah secara terus-menerus membawa konsekuensi serius. Hal ini berdampak bagi kesehatan dan keselamatan kota Jakarta. Kondisi tersebut telah menyebabkan penurunan muka tanah yang signifikan di berbagai wilayah.
Inisiatif ini juga berfokus pada kemudahan akses air bersih perpipaan bagi seluruh warga Jakarta. PAM Jaya menargetkan cakupan 100 persen di ibu kota. Melalui sosialisasi langsung, birokrasi pendaftaran air pipa dipermudah, mendorong warga beralih dari air tanah.
Advertisement
Advertisement
Dampak Krisis Penggunaan Air Tanah di Jakarta
Pemerhati lingkungan Rachman Susanto Batjo menyoroti dampak serius dari penggunaan air tanah secara berlebihan di Jakarta. Ia mengungkapkan bahwa tingkat penurunan muka tanah di ibu kota mencapai 5-10 sentimeter per tahun, bahkan di beberapa lokasi bisa mencapai 15 sentimeter. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran besar akan masa depan kota Jakarta.
"Jika tidak segera dihentikan, ancaman Jakarta tenggelam pada 2050 bukan sekadar isu, melainkan nyata," kata Rachman Susanto Batjo. Penurunan muka tanah yang drastis ini menjadi indikator kritis bahwa Jakarta menghadapi tantangan lingkungan yang mendesak. Kondisi ini diperparah dengan intrusi air laut yang menyebabkan air tanah menjadi payau atau asin ketika disedot secara berlebihan.
Lebih lanjut, Rachman menjelaskan bahwa penggunaan air tanah yang tidak terkontrol juga memicu erosi dan korosi struktur bangunan. Dampak lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah semakin parahnya banjir rob, karena wilayah yang terus menurun berada di bawah permukaan laut. Pemerintah sendiri telah menetapkan kebijakan untuk membatasi hingga menghilangkan penggunaan air tanah di DKI Jakarta sebagai respons terhadap krisis ini.
Advertisement
Advertisement
Komitmen PAM Jaya Wujudkan Akses Air Bersih untuk Semua
PAM Jaya menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan seluruh warga Jakarta dapat mengakses air bersih perpipaan. Senior Manager Corporate & Customer Communication PT PAM Jaya, Gatra Vaganza, menyatakan bahwa PAM Jaya berupaya memangkas birokrasi agar proses pendaftaran berlangganan air menjadi transparan dan praktis. Saat ini, 82 persen wilayah Jakarta telah terjangkau oleh instalasi pipa PAM Jaya, namun targetnya adalah 100 persen cakupan.
"Kami terus berinovasi agar layanan air bersih dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dengan proses yang tidak berbelit-belit," ungkap Gatra Vaganza. Inovasi ini mencakup penyederhanaan prosedur berlangganan yang transparan dan cepat. PAM Jaya ingin memastikan bahwa tidak ada lagi hambatan administratif bagi warga yang ingin beralih ke air perpipaan.
Dalam upaya mendekatkan diri kepada pelanggan, PAM Jaya aktif melakukan sosialisasi langsung dan mendengarkan masukan dari warga. Gatra Vaganza menambahkan bahwa kegiatan seperti di Tanjung Priok ini memungkinkan PAM Jaya menjelaskan tata cara pendaftaran secara langsung dan mendapatkan umpan balik. "Dengan mendengarkan langsung suara warga, PAM Jaya berharap dapat terus melakukan perbaikan layanan guna mewujudkan kedaulatan air bersih bagi seluruh warga DKI Jakarta," jelasnya.
Advertisement
PAM Jaya bahkan menyediakan program sambungan gratis bagi rumah tangga sederhana dan fasilitas sosial. Program ini hadir dengan persyaratan yang sangat mudah, menunjukkan keseriusan PAM Jaya dalam mewujudkan pemerataan akses air bersih. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga kurang mampu sekaligus mendorong transisi dari penggunaan air tanah yang merusak lingkungan.
Sumber: AntaraNews