OTT Bupati Lampung Tengah, KPK Sisir Lima Lokasi Selama Dua Hari
Penggeledahan lanjutan dilakukan pada Rabu (17/12). Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memastikan tim penyidik menyasar sejumlah kantor strategis.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Lampung Tengah, Ardito Pramono. Dalam rangka menguatkan alat bukti, penyidik melakukan penggeledahan di lima lokasi berbeda selama dua hari berturut-turut.
Penggeledahan lanjutan dilakukan pada Rabu (17/12). Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memastikan tim penyidik menyasar sejumlah kantor strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.
"Ia ada penggeledahan hari ini di kantor Dinas Kesehatan dan Dinas Bapenda Lampung Tengah," katanya.
Barang bukti tambahan
Menurut Budi, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pengumpulan barang bukti tambahan yang dinilai penting untuk memperkuat konstruksi perkara dugaan korupsi yang tengah ditangani KPK.
"Masih penggeledahan nanti pasca penggeledahan semuanya baru dilakukan pemeriksaan saksi," jelas Budi.
Sebelumnya, penyidik KPK juga telah melakukan rangkaian penggeledahan sejak Selasa (16/12) di beberapa titik lainnya.
"Penyidik melakukan serangkaian giat penggeledahan di tiga titik, yaitu Kantor Bupati, Dinas Bina Marga, serta Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah," ucapnya.
Hasil OTT
Dalam pengembangan kasus ini, KPK turut menelusuri keterlibatan pihak lain. Dari hasil OTT, penyidik menemukan indikasi adanya fee proyek berkisar 15 hingga 20 persen yang diduga ditetapkan oleh bupati dalam sejumlah proyek di satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
"Dalam penggeledahan KPK mengamankan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan pokok perkara terkait suap proyek di sejumlah SKPD. Untuk hari ini kami masih fokus pada dua dinas tersebut," tandasnya.
KPK menegaskan penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya penetapan tersangka baru seiring pendalaman peran pihak-pihak terkait.