Nadiem Lempar Bola Panas Proses Pengadaan Laptop Chromebook ke Mendikbudristek Sebelumnya
Nadiem menyebut kajian pengadaan laptop Chromebook dilakukan menteri sebelumnya menjabat.
Mantan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengungkit-ungkit soal pengadaan laptop Chromebook yang saat ini diselidiki korupsinya oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Nadiem mengatakan sebelum dirinya menjabat sebagai menteri sudah ada kajian soal Laptop Chromebook tersebut sudah pernah diuji coba pada Mendikbudristek sebelumnya.
"Jadinya memang sepengetahuan saya ada narasi bahwa ada kajian yang menyebut bahwa Chromebook itu tidak cocok untuk diaplikasikan di sekolah, saya ingin klarifikasi memang ada uji coba Chromebook yang terjadi sebelum masa kementerian saya," kata Nadiem di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (10/6).
Nadiem menjelaskan pada saat menteri sebelumnya, sebanyak 500 unit laptop telah dilakukan uji coba di wilayah Terdepan, Terpencil, Tertinggal (3T).
Selepasnya, Nadiem mengklaim telah melakukan berdasarkan petunjuk dari tim petunjuk teknis (juknis). Alhasil pengadaan laptop itu dilakukan dan disebarluaskan kepada sekolah-sekolah yang dianggap memiliki akses internet yang memadai.
"Itu sudah terbukti dalam juknis pengadaan, hanya yang punya akses internet boleh menerima chromebook," terang dia.
Masih di era Nadiem, pada akhirnya total 1,1 juta laptop terdistribusi ke sekolah-sekolah tersebut dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari daerah-daerah.
Laptop tersebut juga telah diterima sekolah tapi tidak sampai 100% di tahun 2023.
"Informasi yang saya dapat pada saat itu di tahun 2023 adalah 97% daripada laptop yang diberikan 77 ribu sekolah tersebut Itu aktif diterima dan teregistrasi dan kita melakukan sensus secara berkala dan kita melakukan pertanyaan kepada sekolah-sekolah yang menerima laptop," pungkasnya.
Menteri Sebelum Nadiem
Seperti diketahui, Mendikbud sebelum Nadiem Makarim dijabat oleh Muhadjir Effendy. Keduanya, serah terima komando di Kemendikbud pada 23 Oktober 2019 silam.
Saat itu, Muhadjir mendapatkan jabatanya baru yakni Menteri Koordinator PMK dalam Kabinet Indonesia Maju era Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Penyelidikan Kejagung
Dalam penyelidikan oleh Kejagung menyatakan, 1.000 unit laptop chromebook telah dilakukan uji coba. Hasilnya, penggunaan laptop tersebut tidak efektif karena internet di seluruh Indonesia belum memadai. Sebab laptop berbasis Chromebook harus terus menerus terkoneksi ke internet.
Tapi pada akhirnya dibuat kebijakan di Kemendikbudristek penggunaan laptop chromebook lebih baik. Padahal dalam tim teknis sebelumnya sudah menyarankan menggunakan laptop dengan sistem operasi Windows.
Diduga telah terjadi pemufakatan jahat agar laptop Chromebook tersebut tetap diadakan. Untuk pengadaan laptop tersebut kurang lebih dianggarkan mencapai Rp9,9 triliun.