Mengapa PWNU Jatim Imbau Pemerintah Terbuka Terima Masukan Masyarakat? Kisah Persatuan Leluhur Bangsa
PWNU Jatim imbau pemerintah terbuka terima masukan masyarakat pasca insiden ojol. Ketua PWNU Jatim tekankan pentingnya persatuan dan kesabaran demi kemajuan bangsa.
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengimbau pemerintah, DPR, dan aparat keamanan agar lebih terbuka. Mereka diminta menerima aspirasi dari masyarakat secara konstruktif. Imbauan ini disampaikan oleh Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz, di Surabaya. Langkah ini merespons dinamika sosial terkini.
Pernyataan tersebut mencuat menyikapi insiden tragis meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan. Almarhum wafat akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa di Jakarta pada Kamis (28/8) malam. Kiai Kikin, sapaan akrab KH Abdul Hakim Mahfudz, menyampaikan duka mendalam atas kejadian memilukan tersebut.
Meskipun demikian, PWNU Jatim juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam menyalurkan aspirasi mereka. Kiai Kikin menekankan bahwa leluhur bangsa berhasil mencapai kemerdekaan dengan mengedepankan persamaan dan persaudaraan. Situasi saat ini dianggap sebagai cerminan kesenjangan yang sudah berlangsung cukup lama antara pemerintah dan rakyat.
Pentingnya Keterbukaan dan Persatuan dalam Aspirasi Publik
KH Abdul Hakim Mahfudz, yang juga pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, mengajak seluruh elemen bangsa menghadapi situasi kesenjangan ini dengan penuh kesabaran. Beliau menekankan pentingnya menahan diri serta mengutamakan keselamatan dan keutuhan bangsa di atas segalanya. Tujuannya adalah menghindari kerusakan yang lebih besar demi kemajuan bersama, sebuah prinsip yang selalu dipegang teguh Nahdlatul Ulama.
Pemerintah, DPR, dan aparat diimbau untuk menerima masukan dengan "kepala dingin" dan profesional. Sikap lapang dada serta kemampuan muhasabah diri sangat diperlukan guna mewujudkan kepemimpinan yang kolaboratif. Dengan adanya persatuan yang kuat, kemajuan bangsa dan negara diyakini akan dapat tercapai secara optimal, sejalan dengan cita-cita kemerdekaan.
PWNU Jatim secara konsisten menyerukan agar setiap penyampaian aspirasi diniatkan semata-mata untuk pembangunan Indonesia yang lebih baik. Hal ini berarti bahwa demonstrasi atau bentuk penyampaian pendapat lainnya harus bertujuan konstruktif. Fokus utama harus selalu pada rekomendasi yang dapat membawa perubahan positif di masa depan, bukan sekadar melampiaskan kekecewaan.
Masyarakat juga diminta untuk senantiasa menjaga ketertiban umum dan mengedepankan rasa persaudaraan. Penting untuk tidak menimbulkan perselisihan yang berujung pada permusuhan antar sesama anak bangsa. Kehilangan kekuatan akibat perpecahan akan menghambat langkah Indonesia menuju kemajuan yang berkelanjutan, sebagaimana sejarah telah mengajarkan.
Respons Cepat dan Harapan akan Keadilan
Insiden meninggalnya Affan Kurniawan menjadi sorotan utama dalam imbauan PWNU Jatim ini, memicu keprihatinan mendalam. Polri, melalui Divisi Propam Mabes Polri, telah bergerak cepat melakukan pengusutan menyeluruh terhadap kasus tersebut. Tujuh anggota Satuan Brimob Polda Metro Jaya sedang dalam pemeriksaan intensif terkait dugaan tanggung jawab atas insiden rantis yang melindas korban.
Langkah cepat dari pihak kepolisian ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya. Proses hukum yang transparan dan akuntabel menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Kiai Kikin juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat dari aparat dalam menangani kasus ini, menunjukkan komitmen terhadap penegakan hukum.
Situasi yang terjadi saat ini, menurut Kiai Kikin, adalah manifestasi dari kesenjangan yang telah lama ada antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi konstruktif. Dialog dan komunikasi yang efektif menjadi jembatan untuk menjembatani perbedaan yang ada, demi terciptanya harmoni sosial.
PWNU Jatim berharap agar semua pihak dapat mengambil pelajaran dari insiden ini dan bekerja sama membangun masa depan yang lebih baik. Keterbukaan pemerintah dan kedewasaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi adalah kunci. Ini akan memastikan bahwa setiap suara didengar dan setiap masalah dapat diselesaikan dengan damai dan adil.
Sumber: AntaraNews