PWNU Jatim Apresiasi Khidmat PCNU Probolinggo di Tengah Penantian SK PBNU
PWNU Jatim apresiasi PCNU Kabupaten Probolinggo yang tetap mengutamakan khidmat dan pengabdian. Meski SK PBNU belum turun, kegiatan Harlah Satu Abad NU bukti dedikasi mereka.
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo. Apresiasi ini diberikan atas dedikasi PCNU Kabupaten Probolinggo yang terus mengutamakan khidmat atau pengabdian kepada umat. Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan, meskipun surat keputusan (SK) dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masih dalam proses pengupayaan.
Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz, menyampaikan langsung apresiasi tersebut dalam sambutannya. Momentum penting ini terjadi pada peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad NU di Probolinggo, Sabtu, 10 Januari 2026. Kehadiran jajaran PWNU dalam acara tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap PCNU Kabupaten Probolinggo.
Kiai Kikin, sapaan akrab KH Abdul Hakim Mahfudz, menegaskan bahwa khidmat kepada NU adalah esensi yang paling utama. Peringatan Harlah Satu Abad NU yang dihadiri jajaran Syuriah-Tanfidziyah PWNU dan PCNU ini juga menjadi ajang silaturahim. Silaturahim ini meneladani Rasulullah, yang menunjukkan bahwa media ini tepat dan bernilai tinggi dalam menyambungkan rasa serta hati antar sesama.
Pentingnya Khidmat dan Silaturahim dalam Ber-NU
KH Abdul Hakim Mahfudz menekankan bahwa berkhidmat ke NU merupakan hal terpenting. Beliau mengutip Hadratussyeikh KHM Hasyim Asy'ari dalam Qonun Asasi yang menyampaikan, "masuklah ke NU dengan penuh cinta, kasih sayang, guyub, kompak, bukan hanya raga atau jasad yang hadir, namun ruh juga, jadi hadir total, hati dan ruh, mengharap ridha Allah."
Kehadiran jajaran PWNU dalam peringatan Harlah Satu Abad NU di Probolinggo menjadi simbol dukungan. Kiai Kikin menyatakan, "PCNU Kabupaten Probolinggo yang baru memang belum diberi SK dari PBNU, namun kehadiran beberapa jajaran PWNU merupakan dukungan, karena khidmat ke NU itu yang lebih penting." Beliau juga memastikan bahwa "Soal SK dari PBNU akan kami upayakan bersama-sama."
Acara Harlah tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya Wakil Rais Syuriyah PWNU KHA Khoir Zad Maddah, Katib Syuriyah PWNU KH Ahsanul Haq, Sekretaris PWNU HM Faqih, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hamid, serta Ketua PCNU KH Teguh Mahameru Zainul Hasan. Kehadiran mereka memperkuat tali silaturahim antar pengurus dan menunjukkan dukungan terhadap khidmat PCNU Probolinggo.
Sejarah NU dan Semangat Persatuan Abad Kedua
Nahdlatul Ulama lahir pada tahun 1926 sebagai respons terhadap berbagai aliran baru yang masuk ke Indonesia sejak 1912. Kondisi tersebut sempat memicu perpecahan di kalangan umat. KHM Hasyim Asy'ari kemudian berupaya menyatukan berbagai paham melalui Qonun Asasi.
Qonun Asasi memberikan arah yang jelas mengenai pentingnya persatuan dalam perbedaan di Indonesia yang majemuk. Semangat ini relevan hingga kini, terutama dalam menghadapi tantangan zaman. NU terus berkomitmen menjaga keutuhan bangsa dan umat, dengan mengedepankan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan.
Dalam rangka memperingati Satu Abad NU, PWNU Jatim juga akan menggelar Mujahadah Kubro. Acara puncak ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gajayana Malang pada 8 Februari 2026. "Untuk itu, PWNU Jatim juga memperingati Satu Abad NU dengan Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana Malang pada 8 Februari 2026 yang didahului dengan serangkaian kegiatan yang melibatkan badan otonom dan lembaga untuk mementingkan persatuan dan kebersamaan khidmat," ungkap Kiai Kikin.
Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk semakin mempererat persatuan dan kebersamaan dalam berkhidmat. Ini mencerminkan semangat NU memasuki abad keduanya, dengan fokus pada penguatan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Kolaborasi dan Sinergi Program PCNU Probolinggo
Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, KH Teguh Mahameru Zainul Hasan, mengungkapkan rasa syukurnya. Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-10 PCNU Kabupaten Probolinggo berhasil berjalan lancar tanpa konflik. Hal ini menunjukkan soliditas pengurus dalam persatuan untuk melanjutkan program-program yang telah ada.
Dalam waktu dekat, PCNU Kabupaten Probolinggo berencana mengadakan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab). "Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan muskercab dengan kolaborasi dan sinergi program dari seluruh komponen, dari berbagai tingkat level di PCNU Kabupaten Probolinggo," jelas KH Teguh Mahameru Zainul Hasan.
Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim, KHA Khoir Zad Maddah, juga memberikan "taujihad" atau arahan. Beliau mengapresiasi PCNU Kabupaten Probolinggo yang mampu menangkap harapan para sesepuh untuk tetap berkhidmat. Ini dilakukan tanpa terkendala oleh status SK yang belum terbit.
KHA Khoir Zad Maddah menegaskan bahwa "Tanpa SK, PCNU Probolinggo tetap menjalankan program seperti kegiatan hari ini. Yang penting memang menata niat dalam berkhidmat ke NU untuk mencari keberkahan yang saat ini banyak disanksikan oleh pihak lain." Ini menunjukkan komitmen PCNU Probolinggo terhadap pengabdian tanpa menunggu formalitas administrasi.
Sumber: AntaraNews