Mahasiswa Kampus Terkenal Jadi Spesialis Curanmor Lampung, Hasil Kejahatan Buat 'Main Cewek'
Polresta Bandar Lampung menangkap komplotan pencuri sepeda motor (curanmor) berjumlah 4 orang.
Polresta Bandar Lampung menangkap komplotan pencuri sepeda motor (curanmor) berjumlah 4 orang. Mereka telah beraksi di 9 TKP yang ada di Bandar Lampung.
Keempat pelaku yakni Beni Awaludin (21), Hasbi Halfi merupakan mahasiswa Universitas Lampung, Agus Darfani, dan Sman. Keempatnya warga Lampung Timur.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay mengatakan, keempatnya ditangkap di Jalan Ir, Sutami, Tanjung Bintang, Lampung Selatan pada Minggu (13/7) pukul 05.00 WIB.
"Karena para pelaku melakukan perlawanan sehingga kami lakukan tindakan tegas dan terukur terhadap para tersangka," katanya, Senin (14/7).
9 TKP Pencurian
Alfret mengungkapkan, jika ditotal pelaku berjumlah 7 orang. Saat ini masih dalam pencarian, yakni V, R dan IE.
"Komplotan ini telah beraksi di 9 TKP yang ada di Bandar Lampung. Jadi motif pelaku ini mereka hunting dulu ke tempat-tempat yang tidak terlalu banyak orang. Mereka spesialis kos-kosan," jelasnya.
Saat dirasa situasi sudah aman, para pelaku pun mengambil melakukan aksinya. Dengan membobol kunci pagar indekos dengan menggunakan kunci L.
"Lalu membobol kunci motor dengan kunci latter T, untuk kunci L masih dalam pencarian. Komplotan ini beraksi dengan membawa senpi, dan kita duga ada di pelaku yang masih dalam DPO," ucap Alfret.
Uang Buat Main Cewek
Setelah sepeda motor berhasil eksekusi, mereka membawa ke Lampung Timur dan dijual nanti hasilnya dibagi rata.
"Untuk pelaku mahasiswa ini ikut hampir di semua TKP, dari 9 dia ikut di 7 TKP," bebernya.
Dari tangan para pelaku, lanjut Alfret, barang bukti yang berhasil diamankan berupa 5 unit sepeda kotor jenis Honda Beat, kunci Latter T yang digunakan saat beraksi.
"2 Sepeda motor milik pelaku yang dipakai saat beraksi dan 3 sepeda motor dari hasil curian yang belum berhasil dijual," katanya.
Sementara itu, Hasbi, mahasiswa Unila yang menjadi salah satu pelaku mengatakan, jika ia mengikuti komplotan ini sudah sejak 3 bulan yang lalu.
"Baru 3 bulan sebagai eksekutor. Dikasih uang Rp1,5-2 juta. Uangnya buat main cewek saja. Baru semester 5," tandasnya.