Layanan Kesehatan Gratis Terus Disediakan bagi Penyintas Bencana Agam di Pengungsian
Penyintas bencana banjir bandang dan longsor di Agam terus mendapatkan layanan kesehatan gratis di posko pengungsian, memastikan kebutuhan medis mereka terpenuhi pasca-bencana.
Penyintas bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kini mendapatkan layanan kesehatan gratis secara berkelanjutan. Layanan ini tersedia di lokasi pengungsian dan hunian sementara, tepatnya di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Inisiatif ini sangat membantu warga terdampak yang membutuhkan akses medis pasca-bencana.
Warga yang mengungsi menyatakan rasa syukurnya atas adanya layanan dan pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Puskesmas Koto Alam. Pelayanan kesehatan ini telah berlangsung sejak hari kedua setelah bencana, dengan mendirikan posko khusus di area pengungsian. Hal ini menunjukkan komitmen dalam menjaga kesehatan masyarakat di tengah situasi sulit.
Pelayanan medis gratis ini mencakup pemeriksaan kesehatan rutin serta pemberian obat-obatan yang diperlukan. Tenaga medis dari Puskesmas Koto Alam secara aktif memberikan bantuan, memastikan para penyintas mendapatkan perawatan yang memadai. Keberadaan posko ini menjadi krusial untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan yang lebih serius di kalangan pengungsi.
Dukungan Medis Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian
Layanan kesehatan di posko pengungsian SDN 05 Kayu Pasak telah berjalan efektif sejak 28 November 2025, sehari setelah bencana melanda. Salah seorang warga terdampak, Yunizar (70), mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelayanan yang baik. "Alhamdulillah kita terlayani dengan baik sejak satu hari setelah bencana pada 28 November 2025 hingga saat ini," kata Yunizar setelah memeriksakan kesehatannya.
Yunizar secara rutin memeriksakan kondisi kesehatannya, minimal satu kali dalam seminggu, menyesuaikan dengan kebutuhan tubuhnya. Selain itu, petugas medis juga aktif melakukan pemeriksaan kesehatan langsung ke ruang-ruang kelas SDN 05 Kayu Pasak yang kini berfungsi sebagai tempat tinggal sementara bagi para penyintas. Pendekatan proaktif ini memastikan tidak ada warga yang terlewat dari pemantauan kesehatan.
Kehadiran layanan kesehatan gratis ini menjadi vital mengingat kondisi pengungsian yang rentan terhadap penyebaran penyakit. Dengan adanya tim medis yang siaga, risiko kesehatan dapat diminimalisir. Dukungan ini merupakan bagian integral dari upaya pemulihan pasca-bencana di Agam.
Kesiapan Tenaga Medis dan Ketersediaan Obat-obatan
Kepala Puskesmas Koto Alam Nagari Salareh Aia, Yelmita Juwarnis, menjelaskan bahwa timnya terdiri dari dokter, perawat, dan bidan yang siap memberikan layanan. "Minimal setiap harinya ada lima orang petugas yang memberikan layanan kesehatan gratis di lokasi pengungsian SDN 05 Kayu Pasak," ujarnya. Ketersediaan obat-obatan dan vitamin juga dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan para penyintas.
Selama masa rehabilitasi ini, jumlah pasien yang berobat di posko layanan kesehatan berkisar antara 20 hingga 30 orang setiap harinya. Penyakit yang paling sering diderita oleh warga adalah demam dan batuk, yang diberikan penanganan sesuai standar medis. Pemberian vitamin juga dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh para pengungsi.
Selain posko di pengungsian, Puskesmas Koto Alam juga tetap membuka layanan di fasilitas utamanya dan menyediakan dua unit ambulans. Hal ini menunjukkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi lonjakan pasien atau kebutuhan darurat lainnya. Layanan komprehensif ini bertujuan untuk memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Antusiasme Warga dan Rencana Pemindahan ke Huntara
Jumlah warga yang berobat di Puskesmas Koto Alam saat ini mencapai sekitar 50 orang setiap hari. Angka ini menurun signifikan dibandingkan satu bulan setelah kejadian bencana pada 27 November 2025, di mana pasien rata-rata mencapai lebih dari 100 orang setiap harinya. Penurunan ini mengindikasikan bahwa kondisi kesehatan warga mulai membaik secara bertahap.
Posko layanan kesehatan di lokasi pengungsian direncanakan akan tetap dibuka sesuai kebutuhan masyarakat hingga hunian sementara (huntara) dapat ditempati sepenuhnya. Sementara itu, pelayanan di Puskesmas Koto Alam akan terus berjalan dengan kesiapan tenaga medis dan pasokan obat-obatan yang memadai. Fleksibilitas ini penting untuk menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan penyintas.
Hingga saat ini, sebanyak 117 kepala keluarga (KK) penyintas masih mengungsi di SDN 05 Kayu Pasak. Mereka dijadwalkan akan mulai menempati hunian sementara di dekat lokasi tersebut mulai Sabtu, 24 Januari 2026. Proses transisi ini diharapkan dapat memberikan kondisi hidup yang lebih stabil bagi para korban bencana.
Dampak Bencana dan Upaya Pemulihan di Agam
Bencana banjir bandang, tanah longsor, dan banjir yang melanda Agam pada Kamis, 27 November 2025, menyebabkan dampak yang sangat besar. Musibah ini mengakibatkan 166 orang meninggal dunia dan 36 orang dinyatakan hilang. Selain itu, sebanyak 2.284 unit rumah mengalami kerusakan, 121 unit sekolah terdampak, serta berbagai fasilitas umum lainnya juga ikut rusak.
Kerugian finansial akibat bencana yang melanda 16 kecamatan di Agam diperkirakan mencapai sekitar Rp6,51 triliun. Angka ini menunjukkan skala kerusakan yang masif dan tantangan besar dalam upaya pemulihan. Pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait terus berupaya keras untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.
Upaya pemulihan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada aspek sosial dan kesehatan masyarakat. Layanan kesehatan gratis yang diberikan kepada penyintas bencana merupakan salah satu contoh nyata dari komitmen tersebut. Diharapkan, dengan dukungan berkelanjutan, masyarakat Agam dapat segera bangkit dari keterpurukan dan kembali menjalani kehidupan normal.
Sumber: AntaraNews