Lebaran Jadi Momentum Kebangkitan Pascabencana Agam, Warga Jorong Labuah Bertekad Pulih

Warga Jorong Labuah, Agam, menjadikan Lebaran 1447 Hijriah sebagai momentum kebangkitan pascabencana banjir dan longsor akhir 2025, menyatukan semangat untuk pulih dari kehancuran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Lebaran Jadi Momentum Kebangkitan Pascabencana Agam, Warga Jorong Labuah Bertekad Pulih
Warga Jorong Labuah, Agam, menjadikan Lebaran 1447 Hijriah sebagai momentum kebangkitan pascabencana banjir dan longsor akhir 2025, menyatukan semangat untuk pulih dari kehancuran. (AntaraNews)

Warga terdampak bencana di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah dengan semangat kebangkitan. Mereka menjadikan momen Lebaran ini sebagai titik awal untuk bangkit dari dampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah mereka pada akhir November 2025.

Upaya kolektif telah dilakukan, salah satunya dengan mempersiapkan lahan darurat untuk pelaksanaan shalat Idul Fitri. Hal ini penting mengingat masjid yang biasa digunakan hancur dan tertimbun material banjir.

Langkah ini bertujuan untuk menyatukan kembali masyarakat Jorong Labuah yang sempat terpencar, mengobati luka, dan menumbuhkan optimisme. Kebersamaan ini diharapkan dapat mengurangi rasa kesepian akibat kehilangan dan kehancuran yang mereka alami.

Semangat Lebaran di Tengah Puing Bencana

Wali Jorong Labuah, Elbama, menjelaskan bahwa percepatan penyiapan lahan untuk shalat Idul Fitri adalah bagian dari upaya membangkitkan semangat warga. Masjid lama yang hancur membuat warga harus mencari alternatif lokasi ibadah.

Alat berat dikerahkan untuk memindahkan material longsor dari area masjid yang berada di tepi sungai ke lahan berjarak sekitar 200 meter. "Target kita untuk mengadakan salat Id di lapangan untuk menyatukan masyarakat kita Jorong Labuh yang selama ini sudah berpencar," kata Elbama.

Ia menambahkan, "Jadi sekarang kita usahakan menyatukan di sini biar tidak ada rasa kesepian, bisa mengubati luka-luka yang kena bencana." Shalat Idul Fitri yang dilaksanakan warga Muhammadiyah Jorong Labuah digelar di lapangan terbuka, berdampingan dengan bebatuan besar sisa banjir.

Dampak Kerusakan dan Optimisme Warga Agam

Bencana banjir dan longsor di Jorong Labuah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan permukiman warga. Tercatat 78 unit rumah mengalami rusak berat dan 11 unit rusak ringan, sementara fasilitas umum seperti masjid dan sekolah juga hancur.

Jumlah warga Jorong Labuah mencapai 1.100 jiwa yang tersebar dalam 310 kepala keluarga, semuanya terdampak langsung oleh bencana ini. Nur Aini, salah seorang warga, mengaku duka masih menyelimuti, namun ia berharap Lebaran menjadi titik awal kebangkitan semangat.

"Mudah-mudahan di awal lebaran ini, kita membangkitkan semangat kita, agar kita tidak memikirkan yang kacau-balau itu," ucap Nur Aini, menunjukkan optimisme warga. Jusniar juga merasakan Lebaran tahun ini berbeda, namun berharap Idul Fitri membangkitkan semangat juang dan pemulihan ekonomi.

"Sudah porak-poranda sekarang, hancur semuanya, kami sudah berantakan. Tapi ya mencoba lebih berbahagia untuk menghadapi keadaan seperti ini, cobaan seperti ini,” kata dia.

Rencana Pemulihan dan Data Kerugian Bencana

Lahan yang digunakan untuk shalat Idul Fitri tersebut direncanakan akan menjadi lokasi pembangunan masjid baru. Ini menunjukkan adanya visi jangka panjang untuk membangun kembali fasilitas yang hancur dan mengembalikan kehidupan normal.

Data dari Dashboard Satu Data Bencana Sumatera Barat menunjukkan skala kerugian yang signifikan akibat bencana ini. Sebanyak 272 unit bangunan di Nagari Sungai Batang mengalami kerusakan dengan tingkat ringan, sedang, hingga berat.

Total kerugian akibat bencana banjir dan longsor di wilayah tersebut ditaksir mencapai angka Rp98,7 miliar. Angka ini menggarisbawahi besarnya tantangan pemulihan yang dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah setempat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi