Kemenkes Buka Pos Kesehatan Agam di Lokasi Pengungsian Pascabanjir Bandang

Pusat Krisis Kemenkes Regional Sumbar telah membuka Pos Kesehatan Agam di beberapa lokasi pengungsian korban banjir bandang, melayani ratusan pasien dengan keluhan ISPA dan nyeri otot.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenkes Buka Pos Kesehatan Agam di Lokasi Pengungsian Pascabanjir Bandang
Pusat Krisis Kemenkes Regional Sumbar telah membuka Pos Kesehatan Agam di beberapa lokasi pengungsian korban banjir bandang, melayani ratusan pasien dengan keluhan ISPA dan nyeri otot. (AntaraNews)

Pusat Krisis Kementerian Kesehatan Regional Sumatera Barat telah mendirikan pos kesehatan di sejumlah titik pengungsian korban banjir bandang Kabupaten Agam. Langkah ini diambil untuk memastikan akses layanan medis bagi warga terdampak bencana alam yang terjadi di wilayah tersebut. Pembukaan pos kesehatan ini merupakan respons cepat terhadap kebutuhan mendesak para pengungsi.

Koordinator Posko Kesehatan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan Regional Sumbar, Samsu Afrizal, menyatakan bahwa pos-pos ini mulai beroperasi setelah akses jalan menuju lokasi pengungsian terbuka. Pembukaan pos dilakukan setelah berkoordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan Agam untuk menjangkau daerah pelosok yang paling membutuhkan. Upaya ini menunjukkan komitmen dalam penanganan kesehatan pascabencana.

Pos kesehatan ini bertujuan memberikan penanganan medis cepat bagi pengungsi yang membutuhkan, terutama setelah kondisi jalan membaik dan memungkinkan tim medis masuk. Tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, farmasi, dan administrasi telah diterjunkan langsung ke lokasi untuk memberikan pelayanan optimal. Kehadiran tim medis ini sangat vital bagi kesehatan masyarakat terdampak.

Pusat Krisis Kemenkes Regional Sumbar secara strategis membuka pos kesehatan di tiga lokasi utama. Lokasi tersebut meliputi Malalak Timur Kecamatan Malalak, Koto Alam Kecamatan Palembayan, dan Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya. Penempatan pos ini merupakan hasil koordinasi erat dengan Dinas Kesehatan Agam untuk memastikan jangkauan layanan yang maksimal.

Pembukaan pos kesehatan di Jorong Nagari, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, dilakukan pada Jumat (5/12). Sebelumnya, akses menuju lokasi ini sempat terputus total karena jalan terban, tertimbun tanah longsor, dan jembatan putus akibat banjir bandang. Jalan baru bisa dibuka dan dapat dilalui pada Rabu (4/12), memungkinkan tim medis untuk masuk dan mendirikan pos.

Setelah tenda pos kesehatan didirikan, antusiasme warga pengungsi di daerah tersebut sangat tinggi. Banyak dari mereka segera berdatangan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang disediakan. Tim medis yang bertugas sebanyak tujuh orang, terdiri dari dokter, perawat, farmasi, dan administrasi, siap melayani kebutuhan medis para korban bencana.

Data menunjukkan bahwa sebanyak 109 pasien telah mendapatkan penanganan medis di pos kesehatan yang didirikan. Dari jumlah tersebut, tercatat 39 pasien adalah laki-laki dan 70 pasien adalah perempuan. Angka ini mencerminkan kebutuhan layanan kesehatan yang signifikan di tengah kondisi pengungsian.

Keluhan kesehatan yang paling banyak dialami oleh para pengungsi adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Selain itu, banyak juga pasien yang mengeluhkan myalgia atau nyeri otot, serta sakit kepala. Setelah dilakukan pemeriksaan, para pasien diberikan obat-obatan yang sesuai dengan kondisi mereka untuk meredakan gejala yang dialami.

Di Jorong Nagari, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, jumlah pengungsi mencapai 627 orang dari 204 kepala keluarga. Di antara mereka, terdapat kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus. Kelompok ini meliputi 11 bayi, 5 balita, 2 ibu hamil, dan 96 lansia, yang semuanya memerlukan pemantauan kesehatan lebih intensif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi