KY Desak Polisi Usut Tuntas Kebakaran Rumah Hakim Khamozaro Waruwu di Medan
Komisi Yudisial (KY) mendesak Kepolisian mengusut tuntas insiden kebakaran rumah hakim Khamozaro Waruwu di Medan yang terjadi pada 4 November 2025. Apa motif di baliknya?
Komisi Yudisial (KY) secara tegas meminta Kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran yang melanda rumah hakim Pengadilan Negeri Medan, Khamozaro Waruwu. Peristiwa ini terjadi pada 4 November 2025 di kompleks Taman Harapan Indah, Tanjungsari, Medan Selayang, Medan. Insiden tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai motif di baliknya.
Anggota sekaligus Juru Bicara KY, Mukti Fajar Nur Dewata, menyampaikan permintaan ini dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu. KY menekankan pentingnya transparansi dalam penyelidikan kasus kebakaran rumah hakim ini. Pihak berwenang diharapkan dapat segera menemukan titik terang.
Saat kejadian, Hakim Khamozaro Waruwu sedang memimpin persidangan di Pengadilan Negeri Medan, yang menambah kompleksitas situasi. Ia baru mengetahui rumahnya terbakar setelah dihubungi tetangga, namun tidak dapat menjawab panggilan tersebut. Peristiwa ini menyoroti potensi ancaman terhadap keamanan para penegak hukum.
Penyelidikan Menyeluruh dan Koordinasi Antar Lembaga
KY menegaskan tidak akan berspekulasi mengenai keterkaitan peristiwa kebakaran rumah hakim ini dengan sidang dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumatera Utara. Fokus utama KY saat ini adalah pada pengusutan penyebab pasti kebakaran. Langkah ini diambil untuk memastikan kebenaran terungkap.
Untuk mendukung penyelidikan, KY telah membentuk tim khusus yang bertugas menelusuri informasi secara lebih lengkap. Tim ini juga akan mengambil langkah antisipasi terkait pengamanan hakim. Koordinasi intensif dengan Polrestabes Medan terus dilakukan untuk memastikan pengusutan berjalan tuntas dan transparan.
Pimpinan KY juga telah berkoordinasi dengan pimpinan Mahkamah Agung pada 5 November 2025. Dalam pertemuan penting tersebut, KY memberikan sejumlah rekomendasi. Rekomendasi ini bertujuan untuk memperkuat sistem peradilan nasional.
Rekomendasi KY untuk Keamanan dan Kesejahteraan Hakim
Tiga rekomendasi utama yang diusulkan oleh KY dalam pertemuan dengan Mahkamah Agung mencakup pemantauan persidangan tertutup. Usulan ini bertujuan untuk menjaga integritas proses peradilan dari potensi intervensi. Selain itu, ada pula usulan kebijakan kesejahteraan hakim Indonesia.
Rekomendasi ketiga adalah usulan kebijakan keamanan hakim dan pengadilan, yang menjadi sangat relevan setelah insiden kebakaran rumah hakim Khamozaro Waruwu. Mukti Fajar Nur Dewata menyatakan bahwa ketiga rekomendasi ini sangat penting. Tujuannya adalah untuk memperkuat sistem pengawasan dan perlindungan.
Peningkatan profesionalitas di lingkungan peradilan juga menjadi fokus dari rekomendasi tersebut. Insiden yang menimpa Hakim Khamozaro Waruwu ini menambah urgensi pembahasan keamanan hakim. Sebelumnya, Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia (PP Ikahi) bahkan mengungkapkan adanya teror telepon yang diterima Khamozaro.
Latar Belakang Insiden dan Ancaman Terhadap Hakim
Rumah Hakim Khamozaro Waruwu, yang menangani perkara dugaan korupsi proyek jalan di Sumut, terbakar sekitar pukul 10.40 WIB pada 4 November 2025. Kejadian ini berlangsung saat hakim tersebut sedang menjalankan tugas mulianya. Peristiwa ini memicu kekhawatiran serius mengenai keselamatan para penegak hukum.
Khamozaro baru mengetahui rumahnya terbakar setelah tetangga mencoba menghubunginya melalui telepon. Namun, ia tidak dapat menjawab panggilan tersebut karena sedang fokus memimpin sidang. Situasi ini menunjukkan dedikasi hakim dalam menjalankan tugasnya meskipun ada ancaman pribadi.
Pada 6 November 2025, PP Ikahi mengonfirmasi bahwa Khamozaro sempat menerima teror via telepon sebelum kebakaran rumah hakim terjadi. Informasi ini mengindikasikan adanya kemungkinan motif di balik insiden tersebut. Oleh karena itu, penyelidikan menyeluruh oleh kepolisian menjadi sangat krusial untuk mengungkap kebenaran.
Sumber: AntaraNews