Kronologi Channel Masjid Jogokariyan Diblokir YouTube
Pengelola Masjid Jogokariyan akan tetap membuat akun Youtube baru.
Youtube memblokir akun milik Masjid Jogokariyan, Kota Yogyakarta. Pemblokiran ini karena Youtube menilai akun Masjid Jogokariyan berafiliasi dengan kelompok ekstrimis atau kriminal.
Sekretaris Takmir Masjid Jogokariyan Haidar Muhammad membenarkan pemblokiran akun milik Masjid Jogokariyanini terjadi sejak tanggal 3 Juni 2025 lalu. Haidar menyebut pemblokiran ini justru pertama kali diketahui oleh jamaah.
"Kronologinya akun atau channel tersebut dihapus oleh Youtube sejak tanggal 3 juni yang lalu. Kami malah pertama tahu dari jamaah yang mencari akunnya tapi tidak ketemu," kata Haidar saat dihubungi, Minggu (22/6).
"Lalu setelah kami cek, ternyata mendapatkan email tentang hal tersebut. Dihapus dengan alasan mempromosikan violent atau crime organization. Ada kesempatan appeal, tapi kami masih mempelajari," sambung Haidar.
Haidar membeberkan pihaknya tidak kaget dengan pemblokiran dari Youtube itu. Haidar menuturkan kejadian serupa berulang kali terjadi pula pada akun Instagram Masjid Jogokariyan.
Haidar menjabarkan setiap kali akun Instagram Masjid Jogokariyan memposting soal Palestina selalu muncul peringatan dari pengelola media sosial entah itu Youtube maupun Instagram.
"Kami tidak kaget, soalnya berkali-kali akun kami di Instagram juga mengalami hal seperti ini. Setiap kali upload hal-hal yang sifatnya mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat palestina, sangat sering tuduhan seperti ini muncul dari youtube atau pihak aplikasi sosial media," ungkap Haidar.
Haidar menambahkan saat ini pihaknya berusaha menyelamatkan video-video yang ada diakun Youtube dengan melakukan pengarsipan. Ke depan, sambung Haidar, pengelola Masjid Jogokariyan akan tetap membuat akun Youtube baru.
"Mohon doanya dari masyarakat sekalian, semoga setidaknya video-video kami dapat kami selamatkan dan kami arsipkan. InsyaAllah segera kami rilis link channel yang baru. Mohon bantuannya untuk subscribe," tutup Haidar.