Detik-Detik Menegangkan Petani di Sumsel Diserang Beruang saat Menanam Sawit
Korban berhasil selamat usai berjibaku melawan hewan buas yang dilindungi tersebut.
Seorang petani berinisial JN (47), warga Dusun I, Desa Ciptodadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan, nyaris kehilangan nyawa setelah diserang seekor beruang saat berada di kebunnya. Korban berhasil selamat usai berjibaku melawan hewan buas yang dilindungi tersebut.
Peristiwa mencekam itu terjadi pada Minggu (17/5), ketika korban tengah menanam sawit di area perkebunannya. Tanpa diduga, seekor beruang berukuran besar tiba-tiba muncul dan langsung menyerang korban.
Dalam kondisi panik, JN berusaha melawan menggunakan alat yang saat itu dipegangnya. Namun, serangan beruang semakin beringas hingga menyebabkan korban mengalami sejumlah luka di bagian tangan, kaki, dan wajah.
Di tengah pergulatan tersebut, korban terus berteriak meminta pertolongan. Suara teriakan itu akhirnya didengar petani lain yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Kedatangan warga membuat beruang tersebut akhirnya kabur dan masuk ke area perkebunan.
Dirujuk ke Rumah Sakit karena Luka Parah
Usai kejadian, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan awal. Namun karena luka yang dialaminya cukup serius, JN kemudian dirujuk ke RS Sobirin Muara Beliti untuk menjalani perawatan intensif.
"Benar, ada warga yang diserang beruang saat berkebun. Korban selamat, tapi mengalami luka-luka," ungkap Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta, Senin (18/5).
Menyusul kejadian tersebut, polisi mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perkebunan yang rawan kemunculan hewan liar.
Petani juga diimbau tidak pergi sendirian ketika masuk ke area kebun, terutama yang berada dekat habitat satwa liar.
Selain itu, warga diminta tidak bertindak nekat apabila bertemu hewan buas di alam terbuka. Masyarakat disarankan segera melapor kepada aparat desa, kepolisian, maupun Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar dapat ditangani dengan tepat.
"Jangan mencoba mendekati, memprovokasi, apalagi memburunya sendirian karena sangat membahayakan jiwa," tutup Agung.