Tubuh Petani Ini Penuh Luka Akibat Digigit dan Dicakar Beruang saat Menyadap Karet, Selamat Usai Menyabetkan Golok

Kepolisian akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait adanya temuan serangan binatang buas di hutan.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Tubuh Petani Ini Penuh Luka Akibat Digigit dan Dicakar Beruang saat Menyadap Karet, Selamat Usai Menyabetkan Golok
Tubuh Petani Ini Penuh Luka Akibat Digigit dan Dicakar Beruang saat Menyadap Karet, Selamat Usai Menyabetkan Golok (Merdeka.com)

Serangan binatang buas kembali terjadi di wilayah Sumatra Selatan. Kali ini seorang petani karet harus mengalami banyak luka akibat diserang beruang.

Peristiwa itu dialami RH (55) saat menyadap karet di hutan Air Pohal, Desa Rantau Kumpai, Sosok Buay Rayap, Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (15/4). Dia dikagetkan dengan serangan mendadak beruang berukuran besar dari belakang.

Seketika hewan buas dilindungi itu menggigit tubuh korban yang menyebabkan lula robek di betis dan cakaran di tangan kiri.

Dalam kondisi terluka parah dan tersudut, korban berusaha melawan. Dia menyabetkan golok dicabut dari pinggangnya.

Usaha korban berhasil membuat beruang pergi. Serangan satwa liar itu berkisar selama sepuluh menit.

Korban berupaya menyelamatkan diri. Lima jam perjalanan, dia barulah tiba ke rumahnya dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Seorang warga diserang beruang saat menyadap karet, berhasil selamat dengan menyabetkan karet," ungkap Kapolres OKU AKBP Endro Wibowo, Kamis (16/4).

Lokasi Serangan

Endro mengungkapkan, lokasi serangan beruang berada di kawasan hutan yang menjadi habitat beruang dan hewan buas lain. Dia menyayangkan warga berani berkebun di hutan belantara dengan banyak ancaman di sekitar.

"Diperlukan kewaspadaan agar kejadian ini tidak terulang lagi," kata Endro.

Selanjutnya, polisi akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait adanya temuan serangan binatang buas di hutan. Selain itu, mengoptimalkan himbauan kepada warga masyarakat yang berkebun agar berhati-hati mingingat wilayah tersebut masih banyak terdapat binatang buas.

"Kita optimalkan peran Babinkantibmas melalui sosialisas kepada masyarakat," kata Endro.

Rekomendasi