Tragis! Niat Mau Panen, Juragan Kebun Kopi Dimangsa Beruang Ganas Berujung Terkapar Tewas

Jenazah nenek Sami di evakuasi warga sekitar menggunakan kain jarik

Yosephin Suci Wulandari
Tragis! Niat Mau Panen, Juragan Kebun Kopi Dimangsa Beruang Ganas Berujung Terkapar Tewas
Tragis! Niat Mau Panen, Juragan Kebun Kopi Dimangsa Beruang Ganas Berujung Terkapar Tewas (Merdeka.com)

Nenek Sami (72) warga Badaratu, Kabupaten Way Kanan, Lampung meninggal akibat diserang beruang liar saat akan memetik kopi di kebun miliknya sendiri.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Selasa (17/6) pagi di kebun milik korban yang berada di Kampung Tiuh Balak 2, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, Lampung.

Berdasarkan video yang beredar di sosial media Facebook, terlihat sejumlah warga tengah memasuki area kebun dan dengan memanggil korban.

"Mbah, mbah, mbah,” kata sejumlah didalam video tersebut memanggil nenek tersebut.

Tak berselang lama sejumlah warga tersebut menemukan sang nenek telah tergeletak di atas tanah dengan kondisi sudah tak bernyawa.

“Mbah, Astafirullah mbah, Innalillahi wa Innaillaihi rojiun, ya Allah, Allahuakbar,” kata warga saat menemukan kondisi Nenek Sami.

Setelah ditemukan, jenazah nenek Sami di evakuasi warga sekitar menggunakan kain jarik, pasalnya warga tersebut tak membawa alat atau kain untuk membawa jenazah korban.

Saat memasuki area kebun kopi warga hanya berbekal kayu balok dan golok, untuk berjaga dari beruang yang membunuh nenek Sami.

Kapolres Way Kanan, AKBP Adanan Mangopang membenarkan ada warga yang meninggal diduga diserang beruang saat pergi berkebun.

"Benar ada kejadian iyu, kami sudah monitor. Bahwa ada warga yang ditemukan dengan kondisi meninggal dunia di kebun kopi, ada saksi yang melihat, dan yang menyerang itu beruang," katanya, Rabu (18/6).

Adanan menyebutkan, saat ini korban telah dikembalikan ke keluarga untuk dimakamkan.

"Keluarga korban menolak untuk autopsi jadi Korban langsung dimakamkan pada hari itu juga,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Way Kanan, Suprianto menyebutkan pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Konservasi Wilayah (BKSDA SKW) III Lampung.

“Benar kejadiannya, dan kami sudah berkoordinasi dengan BKSDA Lampung. Tunggu saja tapi kami berharap segera ada tindak lanjut, karena ini menyangkut keselamatan warga,” ucapnya.

Meski bukan tugas BPBD lanjut Suprianto, pihaknya tetap berkoordinasi demi keselamatan masyarakat. Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat berhati-hati karena sampai saat ini beruang itu masih belum ditangkap.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dalam beraktivitas diarea perkebunan, tidak menutup kemungkinan beruang itu masih berada diarea itu,” tandasnya.

Rekomendasi