Korban Kebakaran Sumur Minyak Blora Bertambah, Dua Orang Tewas
Kebakaran besar terjadi pada sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora kembali memberikan informasi terkini mengenai kebakaran besar yang terjadi di sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia (HUT ke-80 RI). Jumlah korban jiwa kini meningkat menjadi dua orang.
"Sekira jam 11.30 WIB telah terjadi kebakaran pertambangan sumur gas di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo yang mengakibatkan rumah rusak dan korban jiwa," ungkap Agung Tri, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, dalam keterangan yang diterima Liputan6.com pada Senin (18/8) dini hari.
Agung Tri juga menyampaikan bahwa warga yang terdampak saat ini sedang mengungsi ke tempat kerabat mereka.
"50 KK mengungsi ke rumah saudara," kata Agung.
Selain itu, dia memperbarui informasi terkait jumlah korban jiwa akibat kebakaran hebat sumur minyak yang terjadi.
"Meninggal 2 orang. Saudari Tanek (60) dan Sureni (52). Dirawat 3 orang termasuk 1 balita," tambah Agung.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat 6 ekor sapi dan 3 ekor kambing yang diungsikan dari lokasi kejadian.
Lebih lanjut, Agung Tri melaporkan bahwa satu rumah mengalami kerusakan berat, sedangkan tiga rumah lainnya rusak sedang.
"Tim gabungan masih berada di lokasi dan masih melaksanakan proses pemadaman dan pemantauan," tegasnya.
Di sisi lain, isu ini menjadi sorotan publik karena kegiatan di daerah tersebut diketahui ilegal. Raman, Legal PT Pentawira Agraha Sakti, juga memberikan tanggapannya. Ia menekankan pentingnya penertiban terhadap kegiatan serta legalitas dalam pengelolaan sumur minyak di wilayah tersebut.
"Tanggapannya ya itu harus dibenahi kegiatannya dan legalitasnya," ujar Raman saat dimintai keterangan.
Tidak ada yang berani memberikan bantuan
Raman menegaskan bahwa saat terjadi kebakaran, banyak orang yang tidak berani untuk menolong karena api yang cepat membesar. Oleh karena itu, ia menilai bahwa pihak keluarga dan pengelola sumur harus bertanggung jawab serta menyelidiki insiden tersebut secara mendalam.
"Kalau korban katanya ada tapi orang lain gak berani menolong karena api sudah besar. Untuk konsekuensinya iya harus diusut dari pihak keluarga atau pihak yang mengelolanya," tandas Raman.
Kebakaran besar terjadi di sumur minyak milik warga di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Minggu siang, 17 Agustus 2025. Akibat kejadian ini, satu orang dilaporkan tewas dan empat orang lainnya mengalami luka-luka.
"Berdasarkan catatan IGD, satu orang meninggal dunia dan empat warga mengalami luka bakar 70-90 persen. Saat ini korban luka sedang dalam proses rujukan," ungkap Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. R. Soetijono Blora, dr. Farida Laela, dalam keterangan yang dikutip dari Antara.
Menurut penjelasan Kasi Humas Polres Blora, AKP Gembong Widodo, insiden ini bermula sekitar pukul 12.30 WIB ketika warga sedang beraktivitas. Namun, pada pukul 12.51 WIB, sumur tersebut mengalami blow out yang menyebabkan semburan api besar yang menjalar ke area pengeboran minyak.
"Kobaran api langsung membesar dan melalap area pengeboran. Warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri," jelas AKP Gembong.
Pemadaman kebakaran masih berlangsung, dengan lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk mengatasi api yang membumbung tinggi.
Petugas gabungan terus berupaya melakukan penanganan di lokasi kejadian, sementara aparat kepolisian telah memasang garis polisi dan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari kebakaran sumur minyak ilegal tersebut.