Kenapa Dyastasita Juri LCC 4 Pilar MPR Tak Kunjung Muncul ke Publik? Begini Kata Ahmad Muzani
Dyastasita tercatat memiliki pangkat Pembina Utama (IV/e) dan aktif dalam berbagai kegiatan pemasyarakatan Empat Pilar MPR RI di sejumlah daerah.
Jagat maya heboh dengan video sebuah lomba cerdas cermat empat pilar di Kalimantan Barat. Kontroversi bergulir usai juri yang memberi penilaian salah terhadap jawaban.
Usut punya usut, sosok juri yang kontroversi tersebut adalah Dyastasita Widya Budi. Berdasarkan informasi di laman resmi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Dyastasita saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi pada Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI.
Ia tercatat memiliki pangkat Pembina Utama (IV/e) dan aktif dalam berbagai kegiatan pemasyarakatan Empat Pilar MPR RI di sejumlah daerah.
Dari sisi pendidikan, Dyastasita merupakan lulusan strata satu (S-1) dengan gelar Sarjana Sosial (S.Sos).
Pertanyaan selanjutnya, kemana sosok Dyastasita? Ia tak kunjung muncul ke publik untuk menyampaikan permintaan maaf.
Saat dikonfirmasi, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menjelaskan permintaan maaf telah disampaikan sekjen serta pimpinan MPR. Keduanya mewakili lembaga MPR, sehingga tak perlu lagi juri muncul secara personal.
"Ya, di lembaga MPR kan sudah disampaikan oleh Pak Sekjen. Salah satu pimpinan kita sudah menyampaikan permohonan maaf. Jadi itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri, karena ini adalah kegiatan lembaga, bukan kegiatan orang perorang," kata Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5).
Muzani memastikan kedua juri sudah dipanggil pimpinan MPR dan diberikan teguran lisan dan tertulis. "Sudah tadi kita panggil. Sudah kita tegur," kata Muzani.
Sementara terkait sanksi lanjutan, lanjut Muzani, hal itu tengah dipelajari Sekjen MPR.
Saat ini sanksi yang diterapkan ganya nonaktif sebagai juri lomba. "Itu sudah dipelajari oleh Sekjen, sedang dalam pembelajaran," kata dia.
Sebelumnya, MPR memutuskan final Lomba Cerdas Cermat empat pilar di Kalimantan Barat dilakukan ulang. Pengulangan itu buntut kasus juri salah memberikan penilaian saat final dan berbuntut polemik di masyarakat.
"Kami memutuskan bahwa Lomba Cerdas Cermat tingkat Kalimantan Barat yang final akan dilakukan ulang pada waktu yang segera diputuskan secepatnya," kata Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5).
Pengawasan MPR
Muzani juga memastikan, pelaksanaan ulang lomba akan melibatkan juri independen dari kalangan akademisi agar proses penilaian berlangsung lebih objektif.
"Juri yang akan menjuri dalam lomba tersebut adalah juri independen," ujarnya.
Selain itu, Muzani menyebut pimpinan MPR akan mengawasi langsung final dari awal hingga akhir acara.
Apresiasi Protes Terbuka
Politikus Partai Gerindra itu juga mengapresiasi sikap peserta yang menyampaikan keberatan dan protes secara terbuka.
"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pandanga, kebebasan berbicara, dan menyampaikan protes atas ketidakpuasannya, dan kami mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka menjadi contoh demokrasi yang baik," pungkasnya.