Berkah Setia Farm: Peternakan Sapi Premium Purworejo Jadi Inspirasi Ketahanan Pangan Nasional
Peternakan Berkah Setia Farm di Purworejo berhasil menghasilkan sapi premium, menarik perhatian pejabat tinggi, dan menjadi contoh nyata kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional.
Peternakan Berkah Setia Farm di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, kini menjadi sorotan sebagai model percontohan bagi peternak sapi lainnya di Indonesia. Keberhasilan dalam menghasilkan sapi premium menarik perhatian pejabat tinggi negara.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani, didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, secara langsung meninjau lokasi peternakan tersebut pada Sabtu lalu. Kunjungan ini menegaskan potensi besar sektor peternakan lokal.
Dari hanya dua ekor sapi, Berkah Setia Farm kini telah berkembang pesat dengan ratusan ekor sapi, membuktikan bahwa inovasi dan kerja keras dapat menghasilkan keuntungan signifikan. Praktik ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak anak muda.
Inovasi Peternakan dan Dukungan Pejabat Tinggi
Berkah Setia Farm, yang berlokasi di Purworejo, telah menunjukkan praktik peternakan yang patut dicontoh. Peternakan ini berhasil mengembangkan usaha dari skala kecil hingga memiliki ratusan ekor sapi berkualitas tinggi melalui penerapan manajemen modern dan inovatif.
Ahmad Muzani, Ketua MPR RI, mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh pengelola Berkah Setia Farm. Ia menyoroti bagaimana anak muda dapat berkreasi, bekerja keras, dan berinovasi untuk menghasilkan sesuatu yang menguntungkan.
"Jadi beternak sapi itu sesuatu yang menyenangkan, menggembirakan, menggairahkan, dan tentu saja menguntungkan. Mas Hermawan ini, pengelola, contoh bagaimana anak muda bisa berkreasi, bekerja keras, berinovasi dan bisa menghasilkan sesuatu. Ini inspirasi bagi kita semua," kata Muzani, menekankan potensi ekonomi dari sektor ini.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan peternakan lokal.
Sapi PO Kebumen dan Potensi Ekonomi Unggul
Peternakan ini secara khusus menggunakan bibit sapi jenis PO Kebumen, yang juga dikenal sebagai Majapahitan. Pemilihan bibit unggul ini menjadi salah satu kunci keberhasilan Berkah Setia Farm dalam menghasilkan sapi berukuran besar dengan kualitas premium.
Salah satu sapi unggulan di peternakan ini dikenal selalu dikawinkan dengan betina untuk menghasilkan anakan dengan nilai jual yang tinggi. Peternakan ini fokus pada penggemukan sapi lokal jenis Peranakan Ongole (PO) dengan target pasar premium, seperti untuk kebutuhan kontes dan hewan kurban kelas atas.
Pengelola Berkah Setia Farm, Setyo Hermawan, menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Dedikasinya dalam mengembangkan peternakan sapi premium ini membuktikan bahwa sektor pertanian memiliki prospek cerah, bahkan memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk pemasaran.
Model bisnis yang diterapkan di Purworejo ini tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berkontribusi pada penyediaan pasokan daging berkualitas di pasar lokal dan nasional.
Jawa Tengah sebagai Lumbung Ternak Nasional
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa provinsi ini memiliki peta jalan pembangunan yang jelas untuk menjadi salah satu penopang pangan nasional. Peningkatan produktivitas peternakan menjadi prioritas utama.
"Tahun ini roadmap (peta jalan) kita adalah swasembada pangan. Produktivitas hasil pertanian dan peternakan harus kita dorong agar bisa mencukupi kebutuhan sendiri dan daerah lain di Indonesia," kata Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya mendorong produktivitas.
Ia menambahkan bahwa peternakan dengan hasil ternak berkualitas harus diperbanyak sebagai kunci bagi Jawa Tengah untuk menjadi lumbung ternak nasional.
Selain itu, Jawa Tengah juga sedang mempersiapkan proyek Mega Farm di Kabupaten Brebes. Proyek ini diharapkan menjadi pusat pengembangan ternak modern yang mampu menopang kebutuhan daging nasional dan mereplikasi kesuksesan manajemen Berkah Setia Farm.
Sumber: AntaraNews