RSUD Cepu Blora Lampaui Target Pendapatan RSUD Cepu 2025, Raih Rp72,7 Miliar
Simak capaian luar biasa Pendapatan RSUD Cepu 2025 yang melampaui target, menunjukkan peningkatan signifikan dalam layanan kesehatan dan pengelolaan keuangan.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soeprapto Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun 2025. Institusi kesehatan ini sukses melampaui target pendapatan yang telah ditetapkan, menunjukkan efektivitas dalam pengelolaan operasional. Pencapaian ini diumumkan langsung oleh Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, drg Wilys Yuniarti, di Blora pada Sabtu (28/3).
Total realisasi pendapatan RSUD Cepu pada tahun 2025 mencapai Rp72,7 miliar. Angka ini setara dengan 108,5 persen dari rencana pendapatan awal, menandai keberhasilan signifikan. Capaian ini juga menunjukkan peningkatan nyata dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar Rp59,9 miliar.
Peningkatan pendapatan ini tidak hanya mencerminkan pertumbuhan finansial rumah sakit. Hal ini juga mengindikasikan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan. Kinerja positif ini menjadi bukti komitmen RSUD Cepu dalam menyediakan pelayanan prima bagi warga Blora dan sekitarnya.
Pertumbuhan Pendapatan yang Signifikan
Berdasarkan data perbandingan Triwulan IV tahun 2024 dan Triwulan IV tahun 2025, target pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Cepu menunjukkan peningkatan. Tercatat sekitar 8,9 persen kenaikan target pendapatan dalam periode tersebut. Realisasi pendapatan RSUD Cepu bahkan mengalami peningkatan lebih signifikan hingga 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontributor terbesar terhadap pendapatan RSUD Cepu berasal dari retribusi pelayanan kesehatan. Sektor ini menyumbang sekitar Rp72,09 miliar, atau 108,4 persen dari target yang ditetapkan. Angka ini menegaskan peran vital layanan kesehatan langsung dalam menopang keuangan rumah sakit.
Selain itu, pendapatan dari layanan BPJS juga mengalami pertumbuhan yang mengesankan. Tercatat kenaikan sekitar 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan dari jasa giro mencatatkan peningkatan tertinggi, mencapai 324,2 persen, menunjukkan optimalisasi pengelolaan dana rumah sakit.
Analisis rata-rata pendapatan bulanan rumah sakit juga menunjukkan tren positif yang konsisten. Jika pada tahun 2024 rata-rata pendapatan bulanan berada di kisaran Rp4,7 miliar, pada tahun 2025 angka ini meningkat menjadi sekitar Rp5,7 miliar per bulan. Puncak pendapatan tertinggi terjadi pada bulan September dan Desember 2025, menandakan periode aktivitas layanan yang padat.
Efisiensi Realisasi Belanja Anggaran
Tidak hanya sukses dalam mengelola pendapatan, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu juga menunjukkan efisiensi tinggi dalam realisasi belanja anggaran. Total realisasi belanja mencapai sekitar 95,7 persen dari total pagu anggaran pada Triwulan IV Tahun Anggaran 2025. Tingkat serapan yang tinggi ini menunjukkan perencanaan dan pelaksanaan anggaran yang matang.
Direktur RSUD drg Wilys Yuniarti menjelaskan bahwa sebagian besar sumber dana menunjukkan tingkat serapan yang cukup tinggi. Pada sumber dana BLUD, realisasi belanja tercatat sekitar 95,8 persen dari pagu yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan komitmen rumah sakit dalam memanfaatkan dana operasional secara optimal.
Serapan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai sekitar 96,3 persen, sementara dari Bantuan Provinsi (Banprov) terealisasi sekitar 95,9 persen. Kedua sumber dana ini krusial untuk pengembangan fasilitas dan layanan. Adapun realisasi dari Dana Alokasi Umum (DAU) tercatat 89,0 persen, menunjukkan pengelolaan yang cermat terhadap berbagai pos anggaran.
Secara keseluruhan, tingkat realisasi belanja RSUD dr. R. Soeprapto Cepu mencapai 95,7 persen dari total pagu anggaran yang dialokasikan pada tahun anggaran 2025. Laporan kinerja keuangan ini telah disampaikan kepada Dewan Pengawas. Hal ini merupakan bagian dari evaluasi rutin untuk memastikan pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Sumber: AntaraNews