Bulog Komitmen Serap Seluruh Produksi Jagung Petani Blora untuk Pakan dan Bioetanol
Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk menyerap seluruh hasil produksi jagung petani di Blora, Jawa Tengah, guna mendukung stabilitas pangan nasional dan kebutuhan bioetanol.
Perum Bulog menyatakan kesiapan penuh untuk menyerap seluruh hasil panen jagung di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Komitmen ini bertujuan untuk mendukung petani lokal dan menjaga stabilitas pasokan pangan nasional. Penyerapan jagung akan dialokasikan baik untuk kebutuhan pakan ternak maupun bahan baku bioetanol.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan langsung komitmen tersebut saat kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal I dan Tanam Jagung Serentak Kuartal II. Acara penting ini berlangsung di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, pada hari Jumat. Kehadiran Bulog sebagai off-taker diharapkan memberikan kepastian bagi para petani.
Rizal Ramdhani terkesan dengan semangat para petani Blora yang luar biasa dalam mengembangkan komoditas jagung. Potensi besar Blora sebagai lumbung jagung nasional menjadi dasar kuat bagi Bulog untuk memastikan seluruh hasil panen terserap optimal. Dukungan ini juga sejalan dengan upaya peningkatan ekonomi daerah.
Potensi Besar Jagung Blora dan Kebutuhan Nasional
Kabupaten Blora menunjukkan potensi besar dalam pengembangan jagung, dengan panen raya hari ini mencapai 15 hektare. Produktivitas jagung di wilayah ini tercatat mencapai tujuh ton per hektare, sebuah angka yang membanggakan. Hal ini menempatkan Blora sebagai salah satu daerah basis pertanian dan peternakan terkemuka di Jawa Tengah.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyoroti peluang besar komoditas jagung untuk kebutuhan bioetanol secara nasional. Diperkirakan kebutuhan jagung untuk bioetanol dapat mencapai 3,2 juta ton setiap tahunnya. Ini merupakan peluang emas bagi petani karena jagung dapat dipanen dalam waktu relatif singkat, sekitar tiga bulan.
Selain itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Yudi Sastro, menambahkan bahwa kebutuhan jagung nasional untuk pakan ternak sangat tinggi. Angka tersebut mencapai 15 juta ton per tahun, menunjukkan urgensi peningkatan produksi jagung. Blora diharapkan menjadi titik awal pengembangan jagung bioetanol seluas 1 juta hektare secara nasional.
Dukungan Penuh dari Berbagai Pihak untuk Hilirisasi
Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak terhadap sektor pertanian di daerahnya. Dengan dukungan ini, Blora optimis dapat meningkatkan luasan tanam jagung dari 83.000 hektare menjadi lebih dari 100.000 hektare. Blora saat ini merupakan produsen jagung terbesar kedua di Jawa Tengah.
Bupati Arief Rohman juga menekankan pentingnya hilirisasi komoditas jagung di Blora, termasuk pembangunan pabrik pakan. Selama ini, sebagian besar jagung dari Blora dibawa keluar daerah untuk diolah. Hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi petani dan memperbaiki kesejahteraan mereka secara signifikan.
Panglima Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi, menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan pertanian jagung di Blora sebagai proyek percontohan nasional. Kopassus akan memastikan seluruh rantai pasok, dari hulu hingga hilir, berjalan baik. Dukungan mencakup permodalan, benih, pupuk, pendampingan, hingga penyerapan oleh Bulog dan Kementerian Pertanian.
Sumber: AntaraNews