Kolaborasi LPKA Palu dan Pemkot Perkuat Pembinaan Keterampilan Anak Binaan
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu bersama Pemerintah Kota Palu bersinergi perkuat pembinaan keterampilan ramah anak bagi anak binaan, wujudkan komitmen pemenuhan hak anak dan siapkan masa depan mereka.
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu dan Pemerintah Kota Palu menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat program pembinaan keterampilan. Sinergi ini bertujuan khusus bagi anak binaan, sebagai komitmen nyata pemenuhan hak anak.
Inisiatif ini dilaksanakan di LPKA Kelas II Palu, Sulawesi Tengah, dengan kunjungan tim lintas perangkat daerah. Kunjungan tersebut meninjau langsung berbagai program keterampilan yang sudah berjalan.
Kolaborasi ini digagas untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang aman dan inklusif. Tujuannya adalah mendukung tumbuh kembang anak binaan secara optimal serta membekali mereka untuk masa depan.
Sinergi Lintas Sektor untuk Pembinaan Optimal
Kepala LPKA Palu, Welli, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut, “Kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang anak binaan secara optimal.” Lingkungan demikian krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak binaan secara optimal.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu memimpin kunjungan ini. Tim lintas perangkat daerah lain turut serta, seperti Dinas Pertanian, PDAM, Dinas Pekerjaan Umum, serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Palu.
Rombongan meninjau berbagai program keterampilan yang telah berjalan di LPKA Palu. Program tersebut meliputi hidroponik, ketahanan pangan, dan budidaya ikan nila. Selain itu, ada pendidikan nonformal dan fasilitas perpustakaan.
Welli berharap kolaborasi antara LPKA Palu dan DP3A Kota Palu semakin kuat. Tujuannya agar program keterampilan ramah anak dapat berjalan secara berkelanjutan. Ia menambahkan, “Melalui dukungan DP3A, kami berharap anak binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat mereka gunakan untuk membangun masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.”
Komitmen Pemkot Palu Wujudkan Kota Layak Anak
Kepala Dinas DP3A Kota Palu, Royke Abraham, menjelaskan kunjungan ini merupakan tindak lanjut. Ini adalah komitmen Wali Kota Palu dalam mendorong pemenuhan hak anak. Terutama bagi anak binaan di LPKA Palu.
Pembinaan harus berorientasi pada pengembangan keterampilan dan kreativitas. Selain itu, kesiapan hidup di masa depan juga menjadi fokus utama. Setiap program dirancang dengan pendekatan ramah anak.
Program pembinaan memperhatikan aspek perlindungan, pendidikan, dan penguatan karakter positif. Royke Abraham menyatakan, “Setiap kegiatan dirancang dengan memperhatikan aspek perlindungan, pendidikan, serta penguatan karakter. Kami ingin anak binaan memiliki kemampuan praktis yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat, sehingga mereka mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan produktif.”
Royke menekankan pentingnya kesinambungan program keterampilan. Ini sebagai bekal anak binaan untuk berintegrasi kembali ke tengah masyarakat. Pemkot Palu berkomitmen mendukung keberlanjutan program-program pembinaan keterampilan di LPKA Palu. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Palu dalam mewujudkan Kota Layak Anak.
Sumber: AntaraNews