LPKA Palu Perkuat Pendidikan Anak Binaan dengan PKBM Mandiri dan Perpustakaan Digital
LPKA Palu meluncurkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anak Mandiri dan Perpustakaan Digital (E-Library) untuk memperkuat Pendidikan Anak Binaan, memastikan akses belajar yang layak dan berkelanjutan.
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu, Sulawesi Tengah, telah mengambil langkah progresif dalam memenuhi hak pendidikan anak binaan. Mereka secara resmi meluncurkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anak Mandiri dan Perpustakaan Digital (E-Library). Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas pembelajaran bagi para anak binaan di lingkungan LPKA Palu.
Peluncuran fasilitas modern ini berlangsung pada Sabtu, 22 November, di Palu, dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Kepala LPKA Palu, Welli, menegaskan bahwa kehadiran PKBM dan E-Library adalah wujud komitmen LPKA. Hal ini untuk memastikan setiap anak binaan memperoleh kesempatan belajar yang layak dan berkelanjutan, meskipun dalam kondisi terbatas.
Wali Kota Palu, Hadiyanto Rasyid, turut menyampaikan apresiasi tinggi atas inovasi ini. Ia menyebut upaya ini sebagai langkah nyata dalam mempersiapkan anak-anak binaan agar dapat kembali ke masyarakat. Dengan bekal pendidikan yang lebih baik, mereka diharapkan menjadi pribadi mandiri dan produktif di masa depan.
Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Anak Binaan
Kepala LPKA Palu, Welli, menjelaskan bahwa PKBM Anak Mandiri dan E-Library dirancang untuk meningkatkan literasi dan memperluas wawasan anak binaan. Fasilitas ini menyediakan ratusan koleksi buku digital yang mencakup berbagai materi. Mulai dari pendidikan formal, keterampilan praktis, hingga pengembangan diri.
Kehadiran perpustakaan digital ini diharapkan dapat menghadirkan layanan pendidikan yang lebih modern dan inklusif. Welli menekankan bahwa ini adalah langkah strategis untuk memperkuat Pendidikan Anak Binaan LPKA Palu. Tujuannya agar anak-anak dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal.
"Melalui PKBM dan E-Library, kami ingin anak-anak dapat mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan menyiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Welli. Komitmen ini menunjukkan fokus LPKA Palu tidak hanya pada pembinaan perilaku. Namun juga pada peningkatan kualitas hidup melalui pendidikan yang berkelanjutan.
Dukungan Pemerintah Kota dan Sinergi Pembinaan Humanis
Wali Kota Palu, Hadiyanto Rasyid, menyampaikan apresiasi tinggi atas inovasi LPKA Palu dalam penguatan layanan pendidikan. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota berkomitmen penuh untuk mendukung program pembinaan anak binaan. Dukungan ini termasuk pelatihan keterampilan seperti hidroponik dan membatik.
Hadiyanto Rasyid mengingatkan bahwa seluruh kegiatan pembinaan harus dimaknai sebagai proses pendidikan, bukan hukuman. “Pendidikan adalah jembatan masa depan. Saya berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi mandiri dan produktif,” katanya. Ini sejalan dengan upaya memperkuat Pendidikan Anak Binaan LPKA Palu.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulteng, Bagus Kurniawan, juga mengapresiasi sinergi yang terjalin. Sinergi antara pemerintah daerah dan LPKA Palu ini berhasil menghadirkan fasilitas pendidikan progresif. Program PKBM dan E-Library ini dinilai sejalan dengan arah pembinaan pemasyarakatan yang lebih humanis.
Bagus Kurniawan menambahkan bahwa program ini inklusif dan berbasis pengembangan kompetensi. “Program ini menunjukkan bahwa pembinaan di LPKA tidak hanya fokus pada perubahan perilaku, tetapi juga peningkatan kualitas hidup melalui pendidikan,” ujarnya. Ia bahkan menilai PKBM Anak Mandiri dan E-Library ini patut menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam mendukung Pendidikan Anak Binaan.
Sumber: AntaraNews