Bukan Sekadar Penjara, LPKA Gorontalo Bekali Anak Binaan 4 Keterampilan Unggul Agar Mandiri

LPKA Gorontalo menggelar pembinaan kepribadian melalui pelatihan keterampilan bagi anak binaan pemasyarakatan. Program ini bertujuan membekali mereka agar mandiri setelah bebas dan sukses dalam reintegrasi sosial.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bukan Sekadar Penjara, LPKA Gorontalo Bekali Anak Binaan 4 Keterampilan Unggul Agar Mandiri
LPKA Gorontalo gencar melakukan pembinaan kepribadian melalui empat pelatihan keterampilan bagi anak binaan pemasyarakatan, bertujuan membekali mereka agar mandiri setelah bebas. (AntaraNews)

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Gorontalo mengambil langkah proaktif dalam membina kepribadian anak binaan pemasyarakatan. Mereka menyelenggarakan serangkaian pelatihan keterampilan di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, sebagai upaya mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi para anak binaan.

Program pembinaan ini berfokus pada empat jenis keterampilan utama, yakni meubelair, las, barber shop, dan pertanian, yang berlangsung selama tiga bulan penuh. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran positif serta membekali anak-anak dengan keahlian yang relevan dan bermanfaat setelah mereka keluar dari LPKA.

Kepala LPKA Kelas II Gorontalo, Parulian Hutabarat, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membentuk sikap mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. Selain itu, program ini juga bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri dan kreativitas anak binaan melalui praktik langsung keterampilan yang diajarkan.

LPKA Kelas II Gorontalo secara konsisten melaksanakan pembinaan kemandirian bagi anak binaan melalui berbagai pelatihan praktis. Empat bidang keterampilan yang dipilih, yaitu meubelair, las, barber shop, dan pertanian, merupakan sektor yang memiliki potensi besar dalam dunia kerja.

Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, memberikan waktu yang cukup bagi anak binaan untuk mendalami setiap materi. Instruktur yang terlibat dalam program ini berasal dari pihak yang kompeten, yaitu Lokal Latihan Kerja (LLK) Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Gorontalo serta Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian Kota Gorontalo, memastikan kualitas pengajaran yang diberikan.

Menurut Parulian Hutabarat, tujuan utama dari program ini adalah memberikan bekal keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan anak binaan sebagai sarana untuk bekerja setelah kembali ke masyarakat. Dengan demikian, mereka akan memiliki modal berharga untuk memulai hidup baru dan menghindari kembali ke perilaku negatif.

Selain membekali dengan keahlian teknis, program pembinaan LPKA Gorontalo juga menitikberatkan pada pembentukan karakter. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan sikap mandiri, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalani kegiatan sehari-hari, sehingga dapat membentuk karakter positif yang berkelanjutan.

Peningkatan rasa percaya diri anak binaan juga menjadi fokus penting, dengan menunjukkan bahwa mereka mampu menghasilkan karya yang bermanfaat dan bernilai. Melalui kegiatan produktif ini, anak binaan dapat mengisi waktu luang mereka dengan hal-hal positif, menjauhkan diri dari kebiasaan atau perilaku yang tidak diinginkan.

Plt Kepala LLK UKM Kota Gorontalo, Kristina Royan, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. "Kami berharap ke depannya anak-anak mampu mengikuti kegiatan ini dengan baik, mampu memahami teori dan mampu melakukan prakteknya, dan mampu menerapkan nya ketika sudah keluar nantinya," ujarnya, menekankan pentingnya aplikasi keterampilan di kemudian hari.

Pada akhirnya, seluruh rangkaian program ini dirancang untuk mendukung proses reintegrasi sosial anak binaan. Mereka diharapkan lebih siap beradaptasi dengan lingkungan masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan, menjadi individu yang produktif dan berkontribusi positif bagi komunitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi