Kepercayaan Publik Polri Meningkat, Sahroni: Bukti Kinerja Berdampak Nyata
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyoroti peningkatan **kepercayaan publik Polri** berdasarkan survei Litbang Kompas, membuktikan kinerja institusi kepolisian berdampak positif dan dirasakan masyarakat.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyatakan bahwa peningkatan kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) adalah bukti nyata dari kinerja institusi yang berdampak positif bagi masyarakat. Hal ini berdasarkan hasil survei terbaru dari Litbang Kompas yang menunjukkan angka signifikan. Peningkatan ini mencerminkan apresiasi publik atas upaya Polri dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan yang lebih baik.
Menurut Sahroni, capaian positif ini tidak lepas dari dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Upaya peningkatan kualitas pelayanan, penguatan keamanan, serta kedekatan dengan masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan ini. Pernyataan tersebut disampaikan Sahroni di Jakarta pada Sabtu (27/6), menanggapi publikasi hasil survei Litbang Kompas yang baru dirilis.
Survei Persepsi Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Polri Triwulan II Tahun 2026 ini dilaksanakan oleh Litbang Kompas pada periode 9-18 April 2026. Dengan melibatkan 1.200 responden, hasil survei yang dipublikasikan melalui Harian Kompas pada 26 Juni 2026 ini mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat menjadi 82,4 persen. Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode survei sebelumnya, menandakan adanya perbaikan berkelanjutan.
Peningkatan Kepercayaan dan Indikator Positif
Survei Litbang Kompas terbaru secara jelas menunjukkan adanya kenaikan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri yang kini mencapai 82,4 persen. Angka impresif ini merupakan hasil dari penilaian yang dilakukan terhadap 1.200 responden di berbagai wilayah, dalam rentang waktu 9 hingga 18 April 2026. Peningkatan ini tidak hanya tercermin dari angka kepercayaan umum, tetapi juga diikuti oleh kenaikan sejumlah indikator penilaian publik lainnya yang penting terhadap institusi kepolisian.
Salah satu indikator penting yang menunjukkan tren positif adalah citra Polri di mata masyarakat. Citra positif ini mengalami peningkatan signifikan dari 64,4 persen pada tahun 2025 menjadi 71,5 persen pada tahun 2026. Selain itu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap berbagai layanan kepolisian juga menunjukkan perbaikan, naik dari 65,3 persen menjadi 67,6 persen dalam periode yang sama. Data ini secara kuat menggarisbawahi upaya konsisten Polri dalam membangun persepsi yang lebih baik dan memenuhi ekspektasi publik.
Penilaian masyarakat terhadap profesionalitas pelayanan Polri juga mengalami peningkatan yang sangat berarti. Skor profesionalitas ini naik dari 7,76 pada tahun sebelumnya menjadi 8,37. Kenaikan ini didasarkan pada rata-rata indeks terhadap 20 aspek pelayanan yang dirasakan langsung oleh responden yang pernah berhubungan dengan Polri. Aspek-aspek tersebut meliputi pengurusan dokumen kepolisian, pelayanan administrasi, hingga kegiatan pengamanan dan patroli rutin. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat merasakan adanya perbaikan konkret dalam kualitas layanan yang diberikan oleh aparat kepolisian di lapangan.
Tantangan dan Harapan Perbaikan Berkelanjutan
Meskipun meraih hasil survei yang sangat positif, Ahmad Sahroni mengingatkan agar seluruh jajaran Polri tidak cepat berpuas diri dengan capaian tersebut. Ia berharap bahwa peningkatan kepercayaan publik ini justru menjadi pemicu semangat yang lebih besar untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan. Konsistensi dalam menjaga dan meningkatkan kinerja menjadi kunci utama untuk mempertahankan momentum positif ini serta meraih hasil yang lebih baik di masa mendatang.
Sahroni juga secara spesifik menyoroti beberapa pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan oleh Polri demi keamanan dan ketertiban masyarakat. Beberapa di antaranya adalah penanganan kejahatan jalanan yang masih meresahkan, pemberantasan premanisme yang mengganggu ketenangan, peredaran narkoba yang merusak generasi muda, serta kejahatan berbasis digital yang semakin kompleks. Ia menekankan pentingnya memberantas kejahatan-kejahatan tersebut secara konsisten dan tanpa henti untuk menciptakan rasa aman yang lebih baik di tengah masyarakat.
Keyakinan Sahroni, tingkat kepercayaan publik dapat terus bertambah dan bahkan meroket apabila Polri konsisten menjalankan perannya sebagai pelayan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Polri harus terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di setiap lini. Apabila peran fundamental ini terus dijaga dengan baik dan penuh integritas, ia yakin 100 persen kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews