Kepala Sekolah SMA Santo Yosef Solo Bantah Keras Pernyataan Roy Suryo soal Gibran Pernah Sekolah di Sana
Roy Suryo menyebut ada kesaksian dan bukti yang menunjukkan bahwa Gibran justru bersekolah di SMA Santo Yosef Solo.
Pakar Telematika yang juga Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo menanggapi gugatan ijazah SMA yang menyasar Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Dalam biografi resmi, Gibran disebut menempuh pendidikan di Orchard Secondary School di Singapura. Namun, Roy menyebut ada kesaksian dan bukti yang menunjukkan bahwa Gibran justru bersekolah di SMA Santo Yosef Solo.
Namun pernyataan tersebut dibantah keras oleh pihak SMA Pangudi Luhur Santo Yosef yang ada di Jalan Adi Sucipto, Solo.
Kepala Sekolah SMA Santo Yosef Solo, Brader Yohanes Sudarman FIC mengatakan, berdasarkan data siswa di sekolahnya, putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo belum pernah sekolah SMA tersebut. Bahkan Gibran juga belum pernah mendaftar di SMA Pangudi Luhur Santo Yosef.
"Bukti dan data bisa dicek di bagian pendataan siswa. Mendaftarpun belum pernah," ujarnya.
Sudarman meminta agar pernyataan tersebut diklarifikasi dari berbagai pihak. Kemudian dicari data di sekolah yang disebutkan oleh pihak lain.
"Ini supaya bisa segera merampungkan permasalahan-permasalahan yang dialami oleh Mas Gibran," ungkapnya.
Belum Menerima Surat Pengadilan
Sudarman mengaku selama ini pihaknya belum menerima surat dari pengadilan mengenai masalah ini. Padahal permasalahan ini sudah disidangkan di Jakarta.
"Selama ini saya belum menerima surat dari pengadilan mengenai masalah ini. Bahkan berita pun saya belum mendengar dan membaca," ucapnya.
Ihwsl perkara tersebut Sudarman mengaku siap jika nanti dimintai keterangan oleh pengadilan. "Saya siap, karena itu untuk urusan sekolah, nama baik sekolah kemudian juga untuk kepentingan bangsa dan negara. Saya siap untuk dimintai kesaksian bila suatu saat nanti diminta oleh pengadilan setempat," katanya.
Dikatakan Sudarman, selama ini belum ada pihak-pihak yang datang ke sekolah untuk mengecek atau mengkonfirmasi.
"Para penggugat selama ini belum pernah ada yang datang ke SMA Pangudi Luhur Santo Yosef," pungkasnya.