Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp592 Juta untuk Ribuan PPKS, Program Berlanjut di 2026
Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Handayani telah menyalurkan Bantuan ATENSI Kemensos senilai Rp592 juta kepada 6.257 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) sepanjang 2025, dengan program yang akan terus berlanjut di tahun 2026.
Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Handayani mencatat realisasi bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang signifikan sepanjang tahun 2025. Program ini menyasar ribuan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di berbagai wilayah Indonesia. Penyaluran bantuan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial.
Total nilai bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp592,19 juta, menjangkau setidaknya 6.257 individu yang membutuhkan dukungan. Bantuan ATENSI Kemensos ini dirancang untuk memastikan pemenuhan kebutuhan hidup layak serta rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan. Ini menjadi langkah konkret dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Hisyam Cholil, Kepala Sentra Handayani Kemensos, menegaskan bahwa program ATENSI akan terus dilanjutkan pada tahun 2026 dengan cakupan yang lebih luas. Program ini menargetkan penyandang disabilitas, anak-anak, lanjut usia, serta kelompok rentan lainnya. Sasaran prioritas adalah mereka yang berada pada desil 1 hingga 5 Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN).
Realisasi Bantuan ATENSI Sepanjang Tahun 2025
Sepanjang tahun 2025, Kementerian Sosial melalui Sentra Handayani telah berhasil menyalurkan Bantuan ATENSI Kemensos dengan total nilai mencapai Rp592,19 juta. Bantuan ini secara spesifik menyasar 6.257 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang tersebar di berbagai daerah. Ini menunjukkan jangkauan luas dari program rehabilitasi sosial yang dijalankan pemerintah.
Bentuk bantuan yang diberikan sangat beragam, mencakup layanan pemenuhan kebutuhan hidup layak, pendampingan intensif, serta dukungan rehabilitasi sosial. Hisyam Cholil menjelaskan bahwa fokus utama adalah memberikan dukungan komprehensif bagi kelompok rentan. Tujuannya adalah agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan mandiri.
Realisasi ini merupakan bagian dari upaya Kemensos untuk memastikan tidak ada warga negara yang tertinggal dalam mendapatkan akses kesejahteraan. Data dan laporan lapangan menjadi dasar dalam menentukan penerima manfaat. Hal ini menjamin bantuan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan mendesak.
Kelanjutan Program ATENSI dan Target 2026
Kemensos memastikan bahwa program Bantuan ATENSI Kemensos akan terus berlanjut pada tahun 2026 dengan target yang lebih ambisius. Sasaran utama program ini meliputi penyandang disabilitas, anak-anak, lanjut usia, serta kelompok rentan lainnya. Mereka yang berada pada desil 1 hingga 5 Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN) akan menjadi prioritas penerima manfaat.
Selain itu, bantuan ATENSI dalam bentuk sembako juga direncanakan akan menyasar 169.040 penerima manfaat pada tahun ini (2026). Setiap penerima akan mendapatkan bantuan senilai Rp2,4 juta per orang per tahun. Kuota ini telah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, termasuk data dari Kementerian Keuangan, untuk memastikan akurasi dan efisiensi penyaluran.
Tidak hanya itu, program perlindungan sosial berkelanjutan juga akan menjangkau sekitar 270 ribu anak yatim piatu. Mereka akan menerima bantuan sebesar Rp200 ribu per orang per bulan sebagai bagian dari upaya perlindungan sosial berkelanjutan. Inisiatif ini merupakan bagian penting dari komitmen Kemensos dalam memberikan dukungan finansial dan kesejahteraan bagi anak-anak yang kehilangan orang tua.
Penyaluran Bantuan Berbasis Asesmen Lapangan
Dalam pelaksanaan penugasan penyaluran Bantuan ATENSI Kemensos, Sentra Handayani mengadopsi pendekatan berbasis laporan dan asesmen lapangan yang mendalam. Metode ini memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan spesifik penerima. Salah satu contoh nyata adalah penyaluran bantuan kepada seorang lanjut usia berusia 86 tahun di Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur, yang mengalami keterbatasan penglihatan dan mobilitas.
Setelah dilakukan asesmen, total bantuan yang diberikan kepadanya mencapai Rp2.998.500. Bantuan ini mencakup paket pemenuhan hidup layak serta perlengkapan rumah tangga yang esensial.
Hisyam Cholil menyatakan, “Total bantuan yang diberikan senilai Rp2.998.500 berupa paket pemenuhan hidup layak dan perlengkapan rumah tangga, dengan harapan penerima manfaat dapat menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih layak.” Pernyataan ini menggarisbawahi tujuan utama dari program ATENSI. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat rentan secara signifikan.
Sumber: AntaraNews