Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengumumkan peningkatan signifikan alokasi anggaran bantuan sosial (bansos) untuk tahun 2025. Anggaran tersebut kini mencapai lebih dari Rp110 triliun, sebuah angka yang menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kenaikan anggaran ini merupakan bentuk nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan taraf hidup serta memberikan perlindungan maksimal bagi kelompok rentan di seluruh Indonesia. Keputusan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang luas bagi jutaan keluarga penerima manfaat.
Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa peningkatan anggaran ini terjadi setelah adanya penambahan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) dan penebalan bansos reguler yang telah disalurkan pada periode Juni-Juli 2025. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (07/11).
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Anggaran dan Program Utama Bansos
Peningkatan anggaran bansos hingga lebih dari Rp110 triliun pada tahun 2025 ini menjadi sorotan utama dalam upaya pemerintah menanggulangi kemiskinan. Sebelumnya, alokasi anggaran untuk program serupa berada di kisaran Rp75 triliun, sehingga kenaikan ini mencerminkan komitmen yang lebih besar.
Kenaikan anggaran ini secara spesifik mencakup dua program utama yang telah berjalan efektif, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Sembako. Kedua program ini telah terbukti mampu membantu keluarga prasejahtera memenuhi kebutuhan dasar mereka sehari-hari.
Selain itu, Kementerian Sosial juga memperluas penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) untuk triwulan IV 2025, yang meliputi bulan Oktober, November, dan Desember. Bantuan ini senilai Rp900 ribu hingga Rp1,2 juta per keluarga, bertujuan untuk memperkuat daya beli masyarakat dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Advertisement
Advertisement
Target Penerima dan Strategi Perlindungan Ekonomi
Kebijakan peningkatan anggaran bansos ini dirancang untuk menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan. Kuota penugasan penyaluran bansos reguler, termasuk PKH, Sembako, dan BLTS untuk triwulan IV 2025, menargetkan total 35.046.783 keluarga penerima manfaat (KPM).
Dari jumlah tersebut, tercatat ada sebanyak 16,3 juta KPM lama yang telah terdaftar sebelumnya dan 18,7 juta KPM baru yang akan menerima bantuan. Data penerima ini bersumber dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), memastikan bantuan tersalurkan kepada mereka yang paling berhak.
Mensos Saifullah Yusuf menegaskan, “Kebijakan ini adalah bagian dari strategi ekonomi Presiden Prabowo untuk memastikan masyarakat berpendapatan rendah tetap terlindungi dari tekanan ekonomi, sambil menjaga stabilitas ekonomi nasional.” Pernyataan ini menggarisbawahi tujuan ganda dari program bansos, yaitu perlindungan sosial dan stabilisasi ekonomi.
Advertisement
Advertisement
Pengawasan Ketat dan Imbauan Penggunaan Dana
Kementerian Sosial menyatakan kesiapannya untuk mengawal ketat seluruh proses penyaluran bantuan sosial ini. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada pemotongan dana di lapangan, sehingga bantuan benar-benar sampai secara utuh kepada KPM yang berhak.
Saifullah Yusuf juga memberikan imbauan penting bagi keluarga penerima manfaat. Beliau mengingatkan agar dana bantuan digunakan secara bijak dan sesuai peruntukan, serta menghindari penggunaan untuk hal-hal yang dilarang seperti judi atau membayar utang.
Mensos, yang didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia, juga menyampaikan permohonan maaf jika masih ada masyarakat yang belum menerima bantuan. Mereka berkomitmen untuk terus memutakhirkan data bersama BPS dan pemerintah daerah guna memastikan penyaluran bansos yang akurat, transparan, dan adil.
Advertisement
Sumber: AntaraNews