Tahukah Anda? 56.190 KK di Pasaman Barat Terima Bantuan Sosial, Ini Rincian Penyaluran Bantuan Sosial Pasaman Barat!

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah menyalurkan **Bantuan Sosial Pasaman Barat** kepada puluhan ribu KK. Simak rincian program dan jumlah penerimanya di sini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? 56.190 KK di Pasaman Barat Terima Bantuan Sosial, Ini Rincian Penyaluran Bantuan Sosial Pasaman Barat!
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah menyalurkan **Bantuan Sosial Pasaman Barat** kepada puluhan ribu KK. Simak rincian program dan jumlah penerimanya di sini. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah merealisasikan penyaluran bantuan sosial kepada 56.190 Kepala Keluarga (KK). Jumlah ini merupakan bagian dari total 69.549 KK penerima yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk periode Juli hingga September 2025.

Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat, Randy Hendrawan, menjelaskan bahwa penyaluran ini dilakukan secara bertahap. Pihaknya berupaya agar seluruh penerima dapat segera merasakan manfaat dari program bantuan tersebut.

Bantuan sosial ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup penerima. Program ini merupakan komitmen pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan di daerah.

Rincian Penyaluran Program Bantuan Sosial Pasaman Barat

Randy Hendrawan merinci bahwa bantuan sosial yang telah tersalurkan mencakup beberapa program utama. Program Keluarga Harapan (PKH) telah menjangkau 24.836 KK di Pasaman Barat.

Selain itu, realisasi penyaluran bantuan sembilan bahan pokok (sembako) telah diberikan kepada 30.074 KK. Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan bagi keluarga yang membutuhkan.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga menyalurkan bantuan sosial khusus bagi anak yatim piatu. Sebanyak 1.280 KK telah menerima bantuan ini, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kelompok rentan.

Hendrawan menambahkan bahwa bagi keluarga yang belum menerima bantuan, proses penyaluran akan segera diselesaikan. "Bagi yang belum disalurkan akan segera kita salurkan secepatnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita salurkan," ujarnya.

Mekanisme Penyaluran dan Tujuan PKH

Mekanisme penyaluran bantuan sosial ini dilakukan secara langsung oleh pemerintah pusat. Dana bantuan ditransfer ke rekening masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

KPM dapat mencairkan bantuan tersebut melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Bank-bank tersebut meliputi Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN, memudahkan akses penerima.

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan inisiatif pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mengurangi kemiskinan. Program ini juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin dengan memberikan bantuan uang tunai.

PKH diberikan kepada keluarga miskin yang memenuhi kriteria tertentu, seperti memiliki anak usia sekolah, ibu hamil, atau anggota keluarga dengan disabilitas. Bantuan ini memiliki syarat, seperti kewajiban menyekolahkan anak dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

Besaran Bantuan dan Harapan Pemerintah

PKH memberikan bantuan berdasarkan jumlah komponen yang dimiliki oleh keluarga. Komponen tersebut meliputi anak sekolah dari jenjang SD hingga SMA, serta komponen kesehatan untuk anak balita, pra-sekolah, ibu hamil, lansia di atas 70 tahun, dan penyandang disabilitas berat.

Berikut adalah rincian besaran bantuan per tahun dalam program PKH:

  • Ibu hamil: Rp3 juta
  • Anak usia dini: Rp3 juta
  • Anak sekolah dasar (SD): Rp900 ribu
  • Anak sekolah menengah pertama (SMP): Rp1.500.000
  • Anak sekolah menengah atas (SMA): Rp2 juta
  • Disabilitas berat dan lanjut usia: Rp2.400.000

Semua penerima harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk memenuhi syarat. Pihak Pemkab Pasaman Barat berharap bantuan sosial ini dapat membantu perekonomian masyarakat kurang mampu.

Pemerintah berharap bantuan ini akan mendorong keluarga penerima untuk bangkit. Tujuannya adalah agar mereka dapat menjadi keluarga yang lebih mandiri dan sejahtera di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi