Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah proaktif dengan memetakan kebutuhan 62 calon penerima manfaat lanjut usia (lansia) di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta. Inisiatif ini merupakan bagian penting dari upaya penguatan intervensi berbasis asesmen lapangan yang lebih mendalam. Tujuannya adalah memastikan program rehabilitasi sosial tepat sasaran dan sesuai kondisi riil para penerima manfaat.
Kegiatan pemetaan komprehensif ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 11 hingga 12 Februari 2026, dengan melibatkan kunjungan langsung tim ke Pulau Pramuka dan Pulau Panggang. Pendekatan langsung ini dirancang untuk mendapatkan data kondisi riil para lansia yang akan menerima bantuan, memastikan intervensi yang relevan.
Selain pemetaan, Kemensos melalui Sentra Handayani juga menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp173.922.000. Bantuan ini diberikan kepada 28 lansia di Pulau Pramuka, mencakup pemenuhan kebutuhan dasar dan nutrisi tambahan, guna meningkatkan kualitas hidup mereka.
Advertisement
Advertisement
Asesmen Komprehensif untuk Lansia di Kepulauan Seribu
Di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, tim Kemensos melaksanakan asesmen komprehensif terhadap 62 lansia. Proses ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan spesifik mereka dari berbagai aspek, termasuk sosial, ekonomi, dan kesehatan. Pemetaan ini krusial untuk menentukan jenis intervensi yang paling sesuai dan personal.
Pemeriksaan kesehatan fisik juga turut dilakukan oleh tim medis sebagai bagian integral dari layanan terpadu yang diberikan. Dengan demikian, intervensi yang direncanakan tidak hanya didasarkan pada data administratif semata. Sebaliknya, hal itu juga mempertimbangkan kondisi aktual dan kebutuhan mendesak para penerima manfaat secara holistik.
Kepala Sentra Handayani Kementerian Sosial, Hisyam Cholil, menjelaskan bahwa pemetaan ini memastikan program rehabilitasi sosial berjalan efektif. Pendekatan ini relevan dengan kondisi riil para lansia di wilayah kepulauan, yang seringkali memiliki tantangan aksesibilitas unik.
Advertisement
Melalui asesmen ini, Kemensos berupaya membangun profil kebutuhan yang akurat untuk setiap lansia. Ini memungkinkan penyediaan dukungan yang benar-benar bermanfaat. Langkah ini adalah bagian dari komitmen Kemensos untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
Advertisement
Penyaluran Bantuan ATENSI dan Pendekatan Jemput Bola
Selain kegiatan pemetaan, Sentra Handayani Kemensos turut menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) di Pulau Pramuka. Sebanyak 28 lansia menerima bantuan dengan total nilai mencapai Rp173.922.000. Bantuan ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar serta penyediaan paket nutrisi tambahan.
Bantuan ATENSI ini dirancang untuk memberikan dukungan langsung yang dapat meningkatkan kualitas hidup lansia. Ini termasuk memastikan mereka memiliki akses terhadap makanan bergizi dan kebutuhan sehari-hari yang layak. Program ini mencerminkan perhatian pemerintah terhadap kelompok rentan.
Hisyam Cholil menegaskan bahwa strategi "jemput bola" ke wilayah kepulauan merupakan kunci utama untuk menjangkau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Banyak PPKS yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesejahteraan karena faktor geografis. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Kemensos dalam melayani masyarakat secara merata.
Advertisement
"Langkah ini merupakan wujud nyata penguatan layanan kesejahteraan sosial yang menjangkau hingga wilayah perairan," kata Hisyam. Ia menambahkan, tujuannya adalah agar para lansia dapat memperoleh dukungan sesuai kebutuhannya demi kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.
Sumber: AntaraNews