Kemensos Beri Sinyal Kuat Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung pada 2026

Kementerian Sosial (Kemensos) telah memberikan sinyal persetujuan pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung, Jawa Timur, yang ditargetkan terealisasi pada tahun 2026 untuk anak-anak prasejahtera, membuka akses pendidikan yang lebih luas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemensos Beri Sinyal Kuat Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung pada 2026
Kementerian Sosial (Kemensos) telah memberikan sinyal persetujuan pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung, Jawa Timur, yang ditargetkan terealisasi pada tahun 2026 untuk anak-anak prasejahtera, membuka akses pendidikan yang lebih luas. (AntaraNews)

Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia telah memberikan sinyal persetujuan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung, Jawa Timur. Rencana besar ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di wilayah tersebut. Pembangunan fisik Sekolah Rakyat Tulungagung ini diharapkan dapat dimulai dan terealisasi pada tahun 2026 mendatang.

Kepala Dinas Sosial Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, pada Sabtu, mengonfirmasi kabar baik ini, menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung telah menyiapkan lahan seluas 5,2 hektare di kawasan persawahan dekat Rusunawa Jepun sebagai lokasi strategis pembangunan.

Meskipun sempat mengalami keterlambatan dalam pengajuan lahan, koordinasi intensif antara Pemkab Tulungagung dan Kemensos telah membuahkan hasil. Komitmen percepatan pembangunan telah disepakati, meskipun belum dituangkan dalam dokumen resmi, dengan Kemensos menyampaikan secara lisan bahwa pembangunan akan dilakukan pada 2026.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung merupakan wujud nyata komitmen Kemensos dalam mendukung pendidikan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Sekolah ini secara khusus akan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, terutama kelompok desil I dan II, yang seringkali menghadapi hambatan dalam mengakses pendidikan berkualitas.

Reni Prasetiawati Ika Septiwulan menjelaskan bahwa peran Pemkab Tulungagung adalah menyediakan lahan yang dibutuhkan untuk proyek vital ini. Sementara itu, seluruh pembangunan fisik gedung sekolah akan menjadi tanggung jawab penuh Kemensos. "Pemkab hanya menyiapkan lahan. Untuk pembangunan fisik akan dilaksanakan oleh Kemensos,” ujarnya.

Inisiatif ini diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan, memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dengan adanya Sekolah Rakyat Tulungagung, diharapkan angka putus sekolah dapat ditekan dan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut meningkat.

Lahan seluas 5,2 hektare yang telah disiapkan oleh Pemkab Tulungagung berlokasi strategis di dekat Rusunawa Jepun, memudahkan akses bagi calon siswa. Namun, usulan pembangunan Sekolah Rakyat ini sempat mengalami keterlambatan. Hal ini disebabkan pengajuan lahan baru dilakukan pada akhir tahun 2025, yang berdampak pada progres pelaksanaan awal proyek.

Meski demikian, pihak Pemkab Tulungagung tidak tinggal diam dan segera melakukan koordinasi langsung dengan Kemensos. Hasil dari koordinasi tersebut adalah adanya komitmen kuat untuk mempercepat pembangunan pada tahun ini. "Kemensos menyampaikan secara lisan bahwa pembangunan akan dilakukan pada 2026,” kata Reni, menunjukkan adanya kesepahaman meskipun belum ada dokumen tertulis.

Saat ini, proses administrasi dan perizinan terkait pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung masih terus berlangsung. Unit pelaksana teknis terkait juga telah aktif melakukan survei dan pengukuran lokasi yang akan digunakan. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan seluruh aspek teknis dan legal terpenuhi sebelum dimulainya konstruksi fisik.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan sebagai upaya konkret untuk memperluas akses pendidikan. Fokus utama adalah masyarakat kurang mampu, memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan hak dasar pendidikan.

Setelah tahapan penyediaan lahan dan perizinan rampung, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan proses pendaftaran siswa. "Setelah tahapan lahan selesai, baru kami siapkan proses lanjutan termasuk pendaftaran siswa,” tambah Reni.

Inisiatif Sekolah Rakyat Tulungagung ini mencerminkan visi pemerintah untuk menciptakan kesetaraan pendidikan. Dengan adanya fasilitas pendidikan yang terjangkau dan berkualitas, diharapkan anak-anak dari keluarga prasejahtera dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berdaya saing, berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi