Kapolda Sumsel Perintahkan Anak Buah Tembak di Tempat Pelaku Begal
Kapolda Sandi menegaskan, ultimatum keras terhadap pelaku begal itu sebagai memperkuat jaminan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Meski mendapat penolakan dari Kementerian HAM, Kapolda Sumatra Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho tetap menginstruksikan kepada anak buahnya untuk menembak di tempat pelaku begal. Alasanya, aksi kejahatan jalanan itu membahayakan nyawa korbannya.
Kapolda Sandi menegaskan, ultimatum keras terhadap pelaku begal itu sebagai memperkuat jaminan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Langkah tegas ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga rasa aman masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan pembangunan nasional dan stabilitas ekonomi daerah.
"Tidak ada tempat bagi pelaku begal di wilayah Sumsel. Kami menginstruksikan seluruh personel di lapangan untuk melakukan tindakan tegas terukur jika para pelaku mencoba melawan dan mengancam keselamatan petugas maupun masyarakat," ungkap Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho, Minggu (24/5).
Perintahkan Anggota TIngkatkan Patroli
Untuk mencegah terjadinya aksi begal, Sandi memerintahkan seluruh jajaran, mulai dari polda hingga polsek untuk meningkatkan patroli rutin dan pengamanan titik rawan. Dia memerintahkan anggota tidak segan dan pandang buluh dalam mengambil tindakan tegas kepada pelaku.
"Kita harus respons cepat dan presisi terhadap situasi di lapangan, tangani segera laporan masyarakat," kata Sandi.
Sandi juga meminta masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat Call Center 110 yang dapat diakses selama 24 jam jika menjadi korban atau mengetahui adanya tindak pidana. Layanan ini menjadi sarana utama pelaporan cepat bagi masyarakat.
"Anggota juga harus sigap agar kehadiran polisi di lokasi kejadian bisa mencegah sedini mungkin potensi eskalasi tindak kriminal," tegas Sandi.