Irjen Pol Sandi Nugroho Resmi Jabat Kapolda Sumsel, Gantikan Irjen Andi Rian
Irjen Pol Sandi Nugroho telah resmi ditunjuk sebagai Kapolda Sumsel, menggantikan Irjen Pol Andi Rian R Djajadi dalam rotasi jabatan terbaru di tubuh Polri. Penunjukan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 15 Januari 2026.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara resmi menunjuk Irjen Pol Sandi Nugroho sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan. Penunjukan ini menggantikan Irjen Pol Andi Rian R Djajadi yang kini mengemban amanah baru. Rotasi kepemimpinan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan karier serta penyegaran organisasi Polri.
Surat Telegram Kapolri Nomor ST/99/I/KEP/2026 yang diterbitkan pada 15 Januari 2026 menjadi dasar penunjukan tersebut. Irjen Pol Andi Rian R Djajadi selanjutnya akan menempati posisi sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri. Perubahan posisi ini diharapkan dapat mengoptimalkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya di Palembang membenarkan adanya mutasi jabatan pimpinan tertinggi kepolisian di wilayah Sumsel ini. Ia menegaskan bahwa mutasi adalah hal yang lumrah dalam organisasi Polri. Hal ini tidak hanya sebagai bentuk promosi, tetapi juga untuk meningkatkan profesionalisme anggota.
Irjen Sandi Nugroho Resmi Jabat Kapolda Sumsel
Irjen Pol Sandi Nugroho kini resmi menjabat sebagai Kapolda Sumsel, menandai babak baru kepemimpinan di Kepolisian Daerah Sumatera Selatan. Ia menggantikan Irjen Pol Andi Rian R Djajadi yang telah mengabdi di posisi tersebut sebelumnya. Pergantian ini merupakan bagian dari dinamika dan kebutuhan organisasi Polri untuk terus beradaptasi dan berkembang.
Penunjukan Irjen Sandi Nugroho tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/99/I/KEP/2026 yang dirilis pada 15 Januari 2026. Sementara itu, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi mendapatkan tugas baru sebagai Wakalemdiklat Polri. Rotasi ini menunjukkan adanya pergerakan strategis dalam jajaran kepolisian untuk mengisi posisi-posisi penting dengan perwira yang dianggap paling sesuai.
Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, Kabid Humas Polda Sumsel, mengonfirmasi kabar mutasi ini kepada publik. Menurutnya, mutasi di tubuh Polri merupakan mekanisme organisasi yang biasa terjadi. Proses ini bertujuan untuk pembinaan karier, promosi, penyegaran personel, serta peningkatan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat luas.
Alasan di Balik Rotasi Jabatan di Tubuh Polri
Rotasi jabatan di lingkungan Polri, termasuk penunjukan Kapolda Sumsel yang baru, didasari oleh berbagai pertimbangan strategis. Mutasi adalah bagian integral dari sistem pembinaan karier anggota Polri, yang memungkinkan perwira untuk mendapatkan pengalaman di berbagai bidang dan wilayah. Hal ini juga menjadi bentuk penghargaan atas kinerja dan dedikasi yang telah ditunjukkan.
Selain itu, mutasi juga berfungsi sebagai bentuk promosi bagi perwira yang dinilai memiliki kapabilitas untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Penyegaran organisasi juga menjadi alasan penting, di mana pergantian pimpinan dapat membawa perspektif dan inovasi baru dalam menjalankan tugas kepolisian. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan profesionalisme seluruh jajaran Polri.
Proses rotasi ini juga merupakan bagian dari penguatan organisasi Polri secara berkelanjutan, memastikan bahwa setiap unit memiliki kepemimpinan yang adaptif dan responsif terhadap tantangan. Terkait pelaksanaan upacara serah terima jabatan, Polda Sumsel saat ini masih berkoordinasi dengan Markas Besar Polri untuk penentuan jadwal resminya. Hal ini menunjukkan bahwa setiap tahapan mutasi dilakukan dengan terencana dan terkoordinasi.
Profil Singkat Kapolda Sumsel Baru dan Pengalamannya
Irjen Pol Sandi Nugroho membawa pengalaman yang kaya ke posisi Kapolda Sumsel. Sebelum penunjukan ini, beliau menjabat sebagai Kepala Divisi Humas Polri selama kurang lebih tiga tahun, terhitung sejak Februari 2023. Pengalamannya di bidang kehumasan Mabes Polri memberikan bekal penting dalam komunikasi publik dan manajemen informasi.
Latar belakang Irjen Sandi Nugroho sebagai lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1995 dengan predikat Adhi Makayasa menunjukkan rekam jejak yang cemerlang. Beliau memiliki pengalaman panjang tidak hanya di bidang kehumasan, tetapi juga di bidang reserse dan operasional kepolisian.
Pengalaman luas di tingkat pusat maupun kewilayahan ini dinilai akan sangat berguna dalam memimpin satuan kewilayahan seperti Sumatera Selatan. Karakteristik masyarakat yang beragam dan dinamis di Sumsel membutuhkan kepemimpinan yang adaptif dan mampu membangun komunikasi efektif. Dengan rekam jejak tersebut, Irjen Sandi Nugroho diharapkan mampu memperkuat stabilitas keamanan dan meningkatkan kualitas pelayanan Polri di wilayah Sumsel.
Sumber: AntaraNews