Isi Surat Wasiat Mahasiswi UNS yang Terjun ke Bengawan Solo untuk Dosen dan Orang Tua
Sebelum terjun ke sungai terpanjang di pulau Jawa itu, Devita meninggalkan sejumlah barang miliknya. Termasuk surat wasiat.
Devita Sari Anugraheni, mahasiswi Program Studi K3 UNS angkatan 2021, diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan Jurug Sungai Bengawan Solo, Senin (1/7) siang.
Sebelum terjun ke sungai terpanjang di pulau Jawa itu, Devita meninggalkan sejumlah barang miliknya. Selain sepeda motor, tas dan handphone, dia juga meninggalkan pesan yang ditulis dalam secarik kertas. Pesan tersebut diduga ditujukan kepada dosen dan orang tuanya.
Tim Rescue SAR Rajawali Merah Putih, Fatur membenarkan korban meninggalkan pesan di notes yang berada di dalam tas.
“Di dalamnya ada tulisan pesan atau wasiat gitu. Ada juga HP, cutter, helm dan sepeda motor,” ungkapnya.
Berikut bunyi pesan tersebut:
Aku pergi ya... Jangan salahi keluarga atau tempat instansi aku kuliah Aku hanya bermasalah dengan diriku sendiri terkadang aku merasa bukan diriku. Aku capek, maaf Untuk Bp.... karena telah mengkhianati dan berjanji untuk bertahan. Tak masalah semua orang bilang yang lain bipolar juga bisa..... aku engga.. aku capek Buu maaf aku tak sekuat Ibu.
Korban Belum Ditemukan
Kapolsek Jebres, Kompol Murtiyoko membenarkan adanya kejadian seorang perempuan terjun ke Sungai Bengawan Solo. Dari penelusuran pihak berwajib, korban diketahui merupakan mahasiswi UNS Solo.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, dan relawan hingga sore tadi masih mencari keberadaan korban. Mereka menyusuri aliran Sungai Bengawan Solo dari bawah Jembatan Jurug ke arah hilir. Namun karena kondisi cuaca mulai gelap, pencarian dihentikan dan akan dilanjutkan Rabu (2/7) pagi.
Sementara itu, pihak Polsek Jebres telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga mengamankan semua barang-barang korban untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.