Warga negara asing (WNA) yang terjaring Operasi Pengawasan Wira Waspada Jabodetabek dihadirkan saat konferensi pers di kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta, Rabu (8/10/2025). (merdeka.com/ arie basuki)
ADVERTISEMENT
Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengamankan 196 warga negara asing dari 33 negara dalam Operasi Wira Waspada Jabodetabek, 3–5 Oktober 2025. Para WNA ditangkap karena menyalahgunakan izin tinggal, memakai sponsor fiktif, hingga mengaku sebagai investor palsu.
Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi, menjelaskan terdapat 99 kasus penyalahgunaan izin tinggal, 20 kasus overstay, 11 investor fiktif, dan 9 sponsor fiktif. Warga Nigeria menjadi yang paling banyak terjaring, mencapai 82 orang atau 35,8 persen dari total pelanggar, disusul India (28 orang) dan Spanyol (21 orang).
Seluruh WNA kini diperiksa lebih lanjut dan terancam deportasi. Imigrasi menegaskan operasi pengawasan akan terus digencarkan untuk menjaga ketertiban dan keamanan keimigrasian di wilayah Jabodetabek.
Warga negara asing (WNA) yang terjaring Operasi Pengawasan Wira Waspada Jabodetabek dihadirkan saat konferensi pers di kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta, Rabu (8/10/2025). merdeka.com/ arie basukiWarga negara asing (WNA) yang terjaring Operasi Pengawasan Wira Waspada Jabodetabek dihadirkan saat konferensi pers di kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta, Rabu (8/10/2025). merdeka.com/ arie basukiWarga negara asing (WNA) yang terjaring Operasi Pengawasan Wira Waspada Jabodetabek dihadirkan saat konferensi pers di kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta, Rabu (8/10/2025). merdeka.com/ arie basukiWarga negara asing (WNA) yang terjaring Operasi Pengawasan Wira Waspada Jabodetabek dihadirkan saat konferensi pers di kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta, Rabu (8/10/2025). merdeka.com/ arie basukiPlt. Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman menyampaikan keterangannya saat konferensi pers Operasi Pengawasan Wira Waspada Jabodetabek di kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta, Rabu (8/10/2025). merdeka.com/ arie basukiWarga negara asing (WNA) yang terjaring Operasi Pengawasan Wira Waspada Jabodetabek dihadirkan saat konferensi pers di kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta, Rabu (8/10/2025). merdeka.com/ arie basukiWarga negara asing (WNA) yang terjaring Operasi Pengawasan Wira Waspada Jabodetabek dihadirkan saat konferensi pers di kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta, Rabu (8/10/2025). merdeka.com/ arie basukiWarga negara asing (WNA) yang terjaring Operasi Pengawasan Wira Waspada Jabodetabek dihadirkan saat konferensi pers di kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta, Rabu (8/10/2025). merdeka.com/ arie basuki
Direktorat Jenderal Imigrasi akan mendeportasi 13 WNA Jepang yang terlibat dalam kasus scamming di Sentul City, Bogor, pekan ini, menegaskan komitmen penegakan hukum keimigrasian di Indonesia.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang gencar melakukan penindakan. Sebanyak 19 WNA dideportasi pada 2025, dan dua lainnya di Triwulan I 2026, menunjukkan ketegasan Imigrasi Pangkalpinang dalam menegakkan aturan keimigrasian.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura mencatat penurunan signifikan dalam penindakan WNA sepanjang 2025. Penindakan WNA Jayapura ini menunjukkan kinerja positif dalam pengawasan keimigrasian, meskipun pengawasan tetap ditingkatkan.
Kantor Imigrasi Jakarta Pusat berhasil menangkap lima WNA yang diduga terlibat dalam penipuan love scamming daring dan pelanggaran keimigrasian, mengungkap jaringan internasional yang merugikan banyak korban.
Imigrasi Jakarta Pusat telah melakukan **deportasi WNA** sebanyak 97 orang dari 190 yang ditangkap sepanjang Januari-Oktober 2025, mayoritas melanggar batas izin tinggal.
Imigrasi Jakarta Pusat telah melakukan **deportasi WNA** sebanyak 97 orang dari 190 yang ditangkap sepanjang Januari-Oktober 2025, mayoritas melanggar batas izin tinggal.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya konsolidasi partai dalam Musda V Demokrat Sumatera Selatan di Hotel Aryaduta Palembang
Kepala Staf Koops Udara Nasional Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo menekankan pentingnya disiplin bagi seluruh personel dalam apel khusus di Koops Udara Nasional.