IHSG Bisa Tembus 10.000 di 2026? Ini Jawaban BEI
BEI menyatakan optimistis terhadap prospek IHSG meski tidak mengeluarkan target indeks resmi. Fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih mendukung.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan pandangan positif terhadap prospek jangka panjang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), meskipun kondisi ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian.
Divisi Riset BEI, Anita Kesia Zonebia, menjelaskan bahwa lembaga bursa tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan proyeksi resmi mengenai target level IHSG.
Ia menegaskan bahwa BEI tidak pernah menerbitkan angka proyeksi indeks, termasuk kemungkinan IHSG mencapai level tertentu seperti 10.000 pada tahun 2026.
"Apakah BEI optimis IHSG dapat tetap mencapai level 10 ribu? Oke, disclaimer dulu, kalau kita sebenarnya enggak ngeluarin itu kayak yang namanya angka proyeksi. Jadi, Bursa Efek Indonesia menargetkan proyeksi IHSG sebesar segini, menghitung di akhir tahun akan sebesar segini," kata Anita dalam kegiatan Edukasi Wartawan, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, aturan yang berlaku tidak memperbolehkan BEI menyampaikan target angka indeks tertentu kepada publik.
"Jadi, Bursa Efek Indonesia menargetkan proyeksi IHSG sebesar segini, menghitung di akhir tahun akan sebesar segini. Kita nggak ngeluarin itu dan nggak boleh, gitu ya. Kita nggak boleh. Tapi, kalau dibilang optimis, ya of course kita harus optimis," ujarnya.
Fundamental Ekonomi Dinilai Masih Kuat
Meski tidak mengeluarkan proyeksi resmi, Anita menyampaikan bahwa prospek penguatan IHSG tetap terbuka. Hal tersebut didukung oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai relatif stabil.
"Nah, jadi IHSG itu, menurut saya pribadi, at least, itu berpotensi untuk makin naik lagi ke depannya, kayak gitu ya. Didukung oleh apa? Tadi fundamental ekonomi kita yang relatif solid, kemudian company kita, listed companies kita juga sebetulnya masih oke," ujarnya.
Stabilitas ekonomi domestik disebut menjadi salah satu faktor yang menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
Selain faktor ekonomi makro, Anita juga menilai kinerja perusahaan tercatat di BEI masih menunjukkan performa yang cukup baik.
Banyak emiten dinilai mampu menjaga kinerja bisnisnya meskipun menghadapi berbagai tantangan global dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, kondisi tersebut memberikan dasar yang cukup kuat bagi pertumbuhan pasar saham nasional, sekaligus membuka peluang penguatan nilai saham di masa mendatang.