Harapan-Harapan Menggema di Jalan Braga Bandung, jadi Momen Haru Malam Tahun Baru 2026
Sorak gembira pun mengudara di sepanjang jalan yang tidak hanya menyimpan sejarah kolektif suatu bangsa, tapi juga kenangan banyak orang itu.
Ribuan orang memenuhi kawasan Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat di malam pergantian tahun 2026. Suara teriakan mereka serentak terdengar menggema dari berbagai sisi saat menghitung mundur detik-detik menjelang pukul 00.00 Wib.
Sorak gembira pun mengudara di sepanjang jalan yang tidak hanya menyimpan sejarah kolektif suatu bangsa, tapi juga kenangan banyak orang itu. Siapa pun yang ada di sana seolah tersapu arus euforia.
Di langit, ada beberapa dentum yang disusul kerlip cahaya kembang api, meski tak semeriah pergantian tahun sebelumnya. Sementara di sisi lain, lampu-lampu kafe dan ruko tua memantul di wajah-wajah yang dipenuhi senyum, dan kamera ponsel terus diangkat mengabadikan momen pergantian tahun tersebut.
Di antara mereka, Deril (22) mengaku baru pertama kali menghabiskan momen pergantian tahun baru di Jalan Braga. Pemuda asal Bogor itu datang bersama pacarnya.
Tanpa sungkan, ia mengungkap sejumlah harapannya terwujud di tahun 2026. Mulai dari bisa mengeksekusi rencana-rencana bisnis, hingga studinya di kampus yang masuk tahun terakhir bisa lekas rampung.
"Semoga semua yang saya impikan, yang saya mau," tutur dia di lokasi, Kamis (1/1).
Dari ribuan, Deril tentu bukan satu-satunya orang yang baru pertama kali tahun di Jalan Braga. Ada Sisil (18), asal Jakarta yang datang bersama ibu dan adiknya.
Mahasiswa semester satu itu mengaku penasaran dengan suasana tahun baru di Braga, meski telah sering ke mengunjungi Bandung.
"Sebenarnya kita sudah sering ke Bandung, ke Bandung, cuma ingin ngerasain di vibes yang lebih meriah saja," katanya.
Soal kesan yang kemudian timbul, ia bilang tak begitu banyak berbeda dengan Jakarta, di mana ruas-ruas jalan dipadati orang-orang.
Tak lupa sejumlah harapan ia ungkap untuk tahun 2026. Terutama untuk kelancaran studinya.
"Yang pasti semoga dosennya kalau memberi nilai itu lebih masuk akal, ya lebih baik lagi," tuturnya.
Sementara itu, beberapa saat selang pergantian tahun arus lalu lintas kawasan sekitar Braga terpantau padat merayap. Kendati begitu, tampak sejumlah petugas berjaga dan mengurai kepadatan.
Kabag Ops Polrestabes Bandung mengatakan total ada 1.200 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dishub. Personel di sebar di 11 titik yang menjadi fokus perhatian, di antaranya kawasan pusat kota seperti Jalan Asia Afrika dan Braga, sejumlah flyover, kawasan Dago, hingga Summarecon.
"Malam tahun baru ini kita gabungan TNI Polri dengan Pemkot, jumlah kekuatan kita 1.200. Ada 11 titik keramaian, yaitu antara lain pusat kota, fly over, Dago, Summarecon hingga Alun-alun," katanya.
Tanpa Kembang Api
Terkait perayaan tahun baru sendiri, pihak kepolisian telah mengimbau agar warga tidak menyalakan kembang api, petasan, kumpul di taman-taman kota terlebih untuk mabuk-mabukan, dan berkelahi. Pihak kepolisian juga bersiaga untuk mengantisipasi adanya kegiatan mengganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat oleh geng motor.
"Kemudian, jangan ada perkumpulan liar, atau ada geng motor, yang lainnya. Karena tim khusus kita untuk mengantisipasi itu juga ada," kata Asep.
Tak Rayakan Berlebihan
Ia juga mengatakan agar warga tak berlebihan bereuforia dalam perayaan, sebagai bentuk empati kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatera, sebagaimana telah disampaikan oleh pemerintah pusat dan daerah.
"Jadi kita berempati, menempatkan rasa kita kepada teman-teman kita, saudara-saudara kita yang ada di Sumatera," ucapnya.
Dengan begitu, diharapkan perayaan tahun baru bagi di kota Bandung dapat berlangsung aman dan nyaman untuk semua.