Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengumumkan bahwa sebanyak 416.945 penumpang telah menggunakan layanan kereta api di wilayahnya selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Masa angkutan ini berlangsung dari tanggal 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, mencakup area Pasuruan hingga Banyuwangi, Jawa Timur.
Jumlah penumpang tersebut merupakan akumulasi dari 207.980 penumpang yang berangkat dan 208.965 penumpang yang tiba di Daop 9 Jember, menandakan kelancaran operasional selama libur akhir tahun. Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan publik yang solid terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan perjalanan yang aman dan nyaman.
Cahyo Widiantoro menegaskan bahwa seluruh rangkaian masa Angkutan Nataru 2025/2026 berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali, tanpa adanya gangguan berarti. Hal ini berkat kesiapan personel dan koordinasi yang baik dengan berbagai pihak terkait.
Advertisement
Advertisement
KAI Daop 9 Jember mencatatkan peningkatan jumlah penumpang yang signifikan sebesar 11 persen dibandingkan dengan masa Angkutan Nataru tahun sebelumnya. Pada periode 2024/2025, total penumpang yang dilayani mencapai 375.725 orang, sementara tahun ini melonjak menjadi 416.945 penumpang.
Peningkatan ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat semakin percaya pada kereta api sebagai sarana mobilitas yang handal. Keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu menjadi faktor utama yang mendorong pilihan masyarakat pada moda transportasi ini, khususnya saat libur panjang Angkutan Nataru.
Data menunjukkan bahwa jumlah penumpang yang berangkat dan tiba hampir seimbang, dengan 207.980 penumpang berangkat dan 208.965 penumpang tiba. Angka ini menggambarkan tingginya dinamika pergerakan masyarakat di wilayah Daop 9 Jember selama libur akhir tahun.
Advertisement
Advertisement
Selama periode Angkutan Nataru, beberapa kereta api komersial menjadi favorit utama masyarakat. KA Blambangan Ekspres rute Ketapang–Pasarsenen memimpin dengan okupansi 8.952 penumpang, menunjukkan tingginya minat perjalanan jarak jauh.
KA Wijayakusuma rute Ketapang–Cilacap juga diminati dengan 8.320 penumpang, diikuti oleh KA Ijen Ekspres rute Ketapang–Malang yang melayani 8.004 penumpang. Kereta-kereta ini menjadi tulang punggung mobilitas antar kota selama liburan.
Untuk kereta api bersubsidi (PSO), KA Probowangi rute Ketapang–Surabaya Gubeng menjadi yang paling populer dengan 21.337 penumpang. Disusul oleh KA Sritanjung rute Ketapang–Lempuyangan dengan 15.950 penumpang, dan KA Tawangalun rute Ketapang–Malang Kota Lama yang mengangkut 14.529 penumpang.
Advertisement
KAI Daop 9 Jember mengoperasikan total 26 perjalanan kereta api, terdiri dari 24 KA reguler dan 2 KA fakultatif, yaitu KA Mutiara Timur Tambahan relasi Ketapang–Surabaya Gubeng PP. Hal ini dilakukan untuk menunjang kebutuhan Angkutan Nataru dan memastikan kapasitas yang memadai.
Advertisement
Aspek keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama KAI Daop 9 Jember selama masa Angkutan Nataru 2025/2026. Seluruh operasional berjalan baik tanpa gangguan besar atau kejadian luar biasa yang menghambat perjalanan kereta api.
Cahyo Widiantoro menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kesiapan personel yang matang, penguatan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, serta dukungan penuh dari masyarakat. Sinergi ini memastikan perjalanan kereta api tetap lancar dan aman.
Untuk menjamin pelayanan prima, Daop 9 Jember menyediakan posko pelayanan, menambah tenaga frontliner, serta fasilitas layanan kesehatan di titik-titik strategis. Upaya ini bertujuan agar penumpang merasa aman, nyaman, serta mendapatkan pengalaman perjalanan terbaik.
Advertisement
KAI Daop 9 Jember berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di masa mendatang. Dengan berakhirnya masa Angkutan Nataru, mereka siap melanjutkan pelayanan reguler harian dengan standar operasional yang prima, demi menghadirkan transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh penumpang.
Sumber: AntaraNews