Pustral UGM: 90,9 Persen Publik Puas dengan Layanan Transportasi Nataru 2025/2026
Hasil survei Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM) menunjukkan 90,9 persen masyarakat sangat puas terhadap layanan Kepuasan Transportasi Nataru 2025/2026, menandakan koordinasi yang efektif.
Yogyakarta – Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM) merilis hasil survei terbaru yang mengungkapkan tingkat Kepuasan Transportasi Nataru 2025/2026. Data menunjukkan bahwa 90,9 persen publik menyatakan puas terhadap penyelenggaraan dan pelayanan transportasi selama periode libur Natal 2025 dan tahun baru 2026. Capaian impresif ini menjadi sorotan utama, menandakan keberhasilan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.
Ketua Tim Kajian Pustral UGM, Prof. Zudhy Irawan, menyampaikan bahwa angka kepuasan yang tinggi ini didapatkan dari Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Survei tersebut secara khusus menyoroti layanan transportasi pada masa Nataru. Penyelenggaraan transportasi yang baik ini mencerminkan upaya maksimal dari berbagai pihak terkait.
Survei IKM ini dilaksanakan pada periode 24 hingga 30 Desember 2025, melibatkan 9.999 responden dari 26 provinsi terpilih di seluruh Indonesia. Hasilnya, Indeks Kepuasan Masyarakat berada di angka 87,43 dari 100, sebuah kategori yang tergolong sangat puas. Ini menunjukkan bahwa masyarakat merasakan langsung dampak positif dari peningkatan layanan transportasi.
Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Layanan Transportasi Nataru
Data survei Pustral UGM secara rinci menunjukkan bahwa dari total responden, 43,9 persen menyatakan puas dan 47 persen menyatakan sangat puas terhadap layanan transportasi Nataru. Angka ini menegaskan bahwa mayoritas masyarakat merasa terlayani dengan baik selama periode krusial tersebut. Tingginya angka kepuasan ini menjadi indikator penting keberhasilan manajemen transportasi nasional.
Menurut Prof. Zudhy Irawan, capaian ini menunjukkan bahwa layanan transportasi sudah sangat baik dan sesuai harapan publik. “Artinya bahwa layanan ini sudah sangat baik. Dari angka tersebut, kita lihat 43,9 persen menyatakan puas dan 47 persen menyatakan sangat puas,” ujar Zudhy di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM, Sleman, D.I Yogyakarta.
Survei ini mencakup berbagai moda transportasi yang digunakan oleh masyarakat. Pengambilan data menyasar enam kelompok moda transportasi utama. Kelompok tersebut meliputi angkutan umum jalan, angkutan udara, angkutan kereta api (KA), angkutan laut, angkutan pribadi (mobil dan sepeda motor), serta angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP).
Penilaian Kepuasan Transportasi Nataru didasarkan pada empat aspek utama yang krusial. Aspek-aspek tersebut adalah prasarana, sarana, manajemen transportasi, dan kebijakan yang diterapkan. Fokus pada perbaikan di area ini terbukti mampu meningkatkan kepercayaan publik secara signifikan.
Faktor Penentu Keberhasilan Penyelenggaraan Transportasi Nataru
Keberhasilan penyelenggaraan transportasi Nataru tidak lepas dari koordinasi intensif antarinstansi yang terlibat. Sinergi ini memastikan kelancaran arus mudik dan balik Nataru, yang merupakan tantangan besar setiap tahunnya. Hasil survei ini merupakan refleksi langsung dari kerja keras semua pihak.
Prof. Zudhy Irawan menekankan bahwa fokus pada perbaikan manajemen transportasi dan penguatan prasarana adalah kunci utama. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan kepercayaan publik secara signifikan. Investasi dalam infrastruktur dan sistem manajemen yang lebih baik memberikan dampak positif yang nyata bagi pengguna transportasi.
Aspek prasarana dan sarana transportasi yang memadai menjadi fondasi penting dalam memberikan pelayanan prima. Ketersediaan infrastruktur yang layak dan armada yang siap beroperasi mendukung kelancaran perjalanan. Hal ini juga berkontribusi pada rasa aman dan nyaman bagi para pelaku perjalanan.
Selain itu, kebijakan transportasi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat juga berperan besar. Kebijakan yang tepat dapat mengurai kemacetan, memastikan ketersediaan tiket, dan menjamin keselamatan. Semua elemen ini secara kolektif membentuk pengalaman positif bagi masyarakat selama masa libur.
Dampak Ekonomi dan Upaya Peningkatan Layanan Transportasi
Pergerakan orang selama Nataru 2025/2026 tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Tim Kajian Pustral UGM memproyeksikan dampak ekonomi dari pergerakan ini mencapai Rp40,29 triliun. Angka ini menunjukkan vitalnya sektor transportasi dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.
Nilai proyeksi tersebut terbagi menjadi Rp20,32 triliun dari sektor transportasi itu sendiri dan Rp19,98 triliun dari sektor nontransportasi. Estimasi jumlah pelaku perjalanan Nataru 2025/2026 mencapai 119,5 juta orang. Angka ini menggambarkan skala besar mobilitas masyarakat yang berhasil difasilitasi dengan baik.
Direktur Lalu Lintas Angkutan Kementerian Perhubungan, Rudi Irawan, menegaskan bahwa penyelenggaraan transportasi Nataru 2025/2026 dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Aspek keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diterapkan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap keamanan dan kenyamanan publik.
Kementerian Perhubungan juga berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan. Rudi Irawan menambahkan bahwa beberapa kebijakan yang dinilai masih memiliki tingkat kepuasan yang kurang akan diperbaiki. Tujuannya adalah agar manfaatnya lebih optimal dirasakan oleh masyarakat di masa mendatang. “Persiapan intensif dilakukan untuk menyiapkan kebijakan dengan mengutamakan aspek keselamatan,” kata Rudi.
Sumber: AntaraNews