Penguatan Ekraf Bandung: Menteri Ekonomi Kreatif Tinjau Cihapit dan Braga
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya meninjau kawasan Braga dan Pasar Cihapit untuk mendorong penguatan Ekraf Bandung, memanfaatkan momentum libur Nataru memperkenalkan karya lokal.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat, 2 Januari 2026. Kunjungan ini bertepatan dengan momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang ramai pengunjung. Ia meninjau langsung ruang kreatif di kawasan Braga serta aktivitas ekonomi kreatif (ekraf) di Pasar Cihapit.
Tujuan utama peninjauan ini adalah untuk memperkuat posisi Bandung sebagai kota kreatif yang terus berkembang di Indonesia. Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan penting bagi para pegiat ekonomi kreatif lokal. Mereka dapat memperkenalkan karya dan kekayaan intelektual (IP) mereka kepada masyarakat luas.
Dalam agenda tersebut, Menteri Ekraf Riefky berdialog dengan berbagai pelaku ekraf untuk menyerap aspirasi dan melihat potensi pengembangan lebih lanjut. Kawasan Braga dan Pasar Cihapit dipilih karena perannya sebagai etalase dan titik distribusi produk kreatif lokal. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekraf dari daerah.
Inovasi dan Kolaborasi di Kawasan Braga
Di kawasan Braga, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambangi dua lokasi penting, yaitu Braga Grey Art dan Tahilalats Store. Di Braga Grey Art, ia berdialog langsung dengan para pegiat ekonomi kreatif dari berbagai subsektor. Mereka menyampaikan aspirasi terkait penguatan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), menurut Menteri Riefky, berperan sebagai akselerator dan enabler bagi pegiat ekonomi kreatif di daerah. Strategi ini diwujudkan melalui kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, dan lembaga keuangan. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang kuat dan saling mendukung.
Menteri Riefky menegaskan strategi yang jelas untuk pengembangan ekraf: mendorong "local hero" ke tingkat nasional dan yang sudah kuat di nasional ke pasar global. Dengan penguatan dari daerah, karya dan IP lokal akan memiliki daya saing yang berkelanjutan di kancah yang lebih luas.
Sementara itu, di Tahilalats Store, Menteri Ekraf menyoroti pemanfaatan IP lokal yang berhasil berkembang dari ranah digital ke ruang fisik. Kehadiran ritel kreatif berbasis IP ini memperluas interaksi dengan konsumen dan memberikan nilai ekonomi lebih.
Peran Strategis Pasar Cihapit dalam Penguatan Ekraf Bandung
Beranjak ke Pasar Cihapit, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan peran strategis pasar dalam rantai nilai ekraf. Pasar tradisional seperti Cihapit menjadi titik penting bagi perputaran ekonomi kreatif. Di sini, produk lokal dapat langsung bertemu dengan konsumen.
Sejumlah pelaku subsektor kuliner seperti Batagor Kahuripan, Toko Kopi Pasar Cihapit, dan Cerita Manis memanfaatkan momen libur awal tahun untuk meningkatkan penjualan. Mereka juga memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pengunjung yang memadati pasar. Pasar kuliner, menurut Riefky, sangat penting dalam mendorong perputaran ekonomi kreatif dan mendukung daya tarik wisata kota.
Selain kuliner, Menteri Ekraf Riefky juga meninjau pelaku subsektor fesyen dan ritel ekonomi kreatif di kawasan Cihapit. Kehadiran Damakara sebagai jenama fesyen lokal serta Grammars sebagai ruang ritel fesyen dan gaya hidup menunjukkan keberagaman produk kreatif. Semua ini berada dalam satu kawasan pasar yang dinamis.
Riefky menilai keberadaan berbagai subsektor dalam satu ruang pasar memperkuat ekosistem ekonomi kreatif secara keseluruhan. Hal ini juga meningkatkan daya tarik kawasan bagi pengunjung, baik lokal maupun wisatawan. Aktivitas pasar ekraf selama libur Nataru turut mendorong geliat wisata ekraf dan UMKM, dengan fokus pada optimalisasi pasar ekraf sebagai bagian dari Asta Ekraf.
Sumber: AntaraNews