Kemenekraf Targetkan Perluasan Jejaring Ekraf Global, Dorong Daya Saing Industri Kreatif Indonesia

Kemenekraf bertekad memperluas jejaring pelaku ekraf di pasar global, memastikan industri kreatif Indonesia mampu bersaing dan menciptakan dampak ekonomi signifikan melalui Perluasan Jejaring Ekraf Global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenekraf Targetkan Perluasan Jejaring Ekraf Global, Dorong Daya Saing Industri Kreatif Indonesia
Kemenekraf bertekad memperluas jejaring pelaku ekraf di pasar global, memastikan industri kreatif Indonesia mampu bersaing dan menciptakan dampak ekonomi signifikan melalui Perluasan Jejaring Ekraf Global. (AntaraNews)

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan komitmennya untuk memperluas jejaring pelaku ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia. Langkah ini bertujuan agar industri kreatif nasional dapat berkembang pesat di kancah global. Kemenekraf berupaya memastikan kualitas produk dan model bisnis pelaku ekraf mampu bersaing di kancah internasional.

Pernyataan ini disampaikan Riefky dalam keterangan resmi di Jakarta pada Minggu (25/1), setelah sebelumnya melakukan audiensi. Audiensi tersebut berlangsung bersama Junior Chamber International (JCI) Batavia di Jakarta pada Jumat (23/1). Kemenekraf menyambut baik inisiatif kolaborasi JCI Batavia dalam memajukan industri kreatif nasional.

Kolaborasi strategis ini diharapkan menjadi pendorong utama bagi industri kreatif Indonesia untuk menembus pasar internasional. Upaya ini akan difokuskan pada penguatan jejaring global serta peningkatan kapasitas para pelaku usaha kreatif.

Kemenekraf di bawah kepemimpinan Menteri Teuku Riefky Harsya memiliki visi jelas untuk industri kreatif Tanah Air. Riefky menekankan bahwa tugas utama kementerian adalah memastikan pelaku industri kreatif tidak hanya tangguh di pasar domestik, tetapi juga siap bersaing secara global, baik dari sisi kualitas produk, model bisnis, hingga akses jejaring internasional.

Penguatan industri kreatif menuju ranah global diwujudkan melalui pembangunan ekosistem yang terintegrasi dan komprehensif. Ekosistem ini meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang relevan dengan kebutuhan industri. Selain itu, Kemenekraf juga memfasilitasi promosi produk-produk kreatif Indonesia di panggung global.

Pembukaan akses kolaborasi lintas negara juga menjadi fokus penting dalam strategi ini. Menurut Riefky, kerja sama dengan organisasi internasional seperti JCI Batavia sangat krusial untuk memperluas jejaring, mempercepat transfer pengetahuan, serta membuka peluang investasi dan kemitraan strategis bagi pelaku kreatif Indonesia.

JCI Batavia, sebagai bagian dari JCI global, memiliki jaringan luas di seluruh dunia. Organisasi ini mewadahi wirausaha muda dan profesional berusia 18-40 tahun, dengan tujuan memberdayakan anggotanya untuk menciptakan perubahan positif melalui kolaborasi, bisnis, dan kepemimpinan. Semangat ini selaras dengan peran Kemenekraf sebagai penghubung antara pelaku kreatif, pasar global, dan mitra internasional.

Kemenekraf telah merancang program strategis ekonomi kreatif untuk tahun 2026 yang berlandaskan pada empat pilar utama. Pilar-pilar tersebut meliputi peningkatan investasi di sektor ekonomi kreatif, akselerasi peningkatan ekspor produk kreatif, penciptaan lapangan kerja yang signifikan, serta percepatan laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Program ini dirancang untuk memperkuat daya saing industri kreatif nasional.

Penguatan daya saing dilakukan melalui kemudahan investasi yang menarik bagi para investor. Selain itu, pengembangan produk-produk kreatif yang berorientasi ekspor juga menjadi prioritas utama. Kemenekraf juga berkomitmen untuk menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh pelaku industri kreatif.

Menteri Riefky menyatakan bahwa ke depan, Kemenekraf akan terus mendorong investasi yang tepat sasaran di sektor kreatif. Tujuannya adalah memperluas akses ekspor dan memastikan sektor ini mampu menyerap tenaga kerja secara signifikan. Hal ini menunjukkan komitmen Kemenekraf dalam menjadikan industri kreatif sebagai salah satu penopang ekonomi nasional.

Presiden Lokal JCI Batavia, Allana Abdullah, turut mengakui potensi besar industri kreatif Indonesia untuk menembus arena global. Allana menambahkan bahwa dominasi generasi muda dalam sektor ini merupakan kekuatan unik yang mendorong pertumbuhan ekosistem kreatif lebih cepat dan adaptif terhadap dinamika global. JCI Batavia menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan pegiat ekraf melalui Kemenekraf. Mereka berharap dapat membantu para pelaku ekraf maju ke kancah global, termasuk melalui pelatihan bisnis dan penggerakan ekosistem ekonomi kreatif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi