Gerak-gerik Mencurigakan, Petugas Rutan Tangkap Pria di Bandung saat Selundupkan Sabu ke Lapas Kebonwaru
Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Bandung, Pance Daniel menjelaskan petugas telah mencurigai gerak-gerik W.
Seorang pengunjung rumah tahanan (Rutan) kelas 1 Kebonwaru Bandung berinisial W diamankan petugas, lantaran kedapatan hendak menyelundupkan narkoba jenis sabu dan tembakau sintetis.
Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Bandung, Pance Daniel menjelaskan petugas telah mencurigai gerak-gerik W sejak beberapa waktu. W sendiri diketahui mengunjungi salah satu penghuni lapas berinisial A.
Atas kecurigaan itu, penjagaan diperketat. Aksi W pun terbongkar saat ia kembali mengunjungi A pada Kamis 24 Juli 2025.
"Dugaan petugas terbukti saat A kedapatan membuang bungkusan kecil berlakban hitam setelah kunjungan, tepat sebelum dilakukan penggeledahan badan," kata Pance, dalam keterangan tertulisnya, diterima Jumat (25/7).
"Kami telah memantau pengunjung ini selama kurang lebih satu bulan karena gerak-geriknya mencurigakan. Saat hari H, pengawasan diperketat dan ternyata benar, bungkusan yang dibuang berisi zat terlarang," imbuh dia.
Setelah melakukan pemeriksaan kepada W, petugas menemukan 20 paket kecil diduga narkotika jenis sabu.
"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan, ditemukan 20 paket kecil diduga narkotika jenis sabu, 50 butir obat-obatan yang tidak memiliki izin edar,serta 1 paket tembakau sintetis (sinte), " jelasnya.
Pance bilang pihaknya lantas berkoordinasi dengan Satnarkoba Polrestabes Bandung guna penindakan lebih lanjut. Ia juga telah melaporkan kejadian ini kepada Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, dan berkomitmen memperketat penjagaan.
"Kami akan terus memperkuat sistem pengawasan, karena Rutan bukan tempat bagi penyalahgunaan narkotika,"kata Pance.
"Langkah-langkah internal akan diambil untuk meningkatkan ketelitian pemeriksaan terhadap barang bawaan dan pengunjung. Koordinasi intensif akan terus dilakukan dengan aparat penegak hukum sebagai bagian dari sinergi antar lembaga," katanya.