Fakta Unik: Polda Kepri Cegah Narkoba Malaysia dengan K9 di Jam Rawan
Polda Kepri gencarkan upaya pencegahan narkoba Malaysia masuk ke Batam melalui razia intensif di pelabuhan, melibatkan anjing pelacak K9 di jam-jam rawan kedatangan kapal.
Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Ditresnarkoba Polda Kepri) secara aktif menggencarkan upaya pencegahan masuknya narkoba dari Malaysia. Langkah ini diwujudkan melalui razia barang bawaan penumpang kapal yang tiba di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center dan Harbour Bay, Batam, pada Selasa (28/10) sore.
Tindakan tegas ini diambil menyusul temuan signifikan dari berbagai kasus narkoba yang berhasil diungkap, di mana mayoritas pasokan narkotika berasal dari negara tetangga. Kabag Binopns Ditresnarkoba Polda Kepri, Kompol Feliks Mauk, mengungkapkan bahwa "Dari ungkap kasus yang kami tangani tahun ini lebih dari 200 kasus, ini indikasi terjadinya peningkatan peredaran gelap narkoba, dan selama ini kami pantau, rata-rata itu masuknya dari Malaysia."
Razia kali ini sengaja difokuskan pada jam-jam rawan, yakni antara pukul 17.00 hingga 18.00 WIB, menyasar penumpang kapal yang tiba paling akhir sebelum operasional pelabuhan ditutup. Strategi ini dirancang untuk mengecoh potensi penyelundup yang mungkin memanfaatkan waktu tersebut.
Strategi Pencegahan Narkoba Malaysia di Pelabuhan Internasional
Polda Kepri menerapkan strategi khusus dalam razia pencegahan narkoba Malaysia, dengan memilih waktu sore hari yang secara psikologis dianggap rawan. Pendekatan ini bertujuan untuk mengantisipasi modus operandi penyelundup yang mungkin mencoba melewati pengawasan petugas di jam-jam sibuk atau menjelang penutupan operasional pelabuhan.
Untuk memastikan efektivitas razia, tim gabungan berjumlah 60 personel dikerahkan, terdiri dari anggota Ditresnarkoba Polda Kepri, Samapta, dan Dokkes. Selain itu, Ditsamapta Polda Kepri juga mengerahkan tujuh anjing pelacak (K9) spesialis narkoba, dengan lima K9 ditempatkan di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center dan dua K9 di Pelabuhan Harbour Bay.
Peran anjing pelacak K9 sangat vital dalam operasi ini, di mana mereka diandalkan untuk mendeteksi potensi keberadaan narkoba di antara barang bawaan penumpang ferry yang baru tiba dari Malaysia. Kemampuan penciuman K9 yang tajam menjadi aset utama dalam mengungkap upaya penyelundupan yang tersembunyi.
Hingga pukul 18.00 WIB pada hari pelaksanaan razia, petugas belum menemukan adanya benda-benda mencurigakan atau narkoba yang dibawa oleh penumpang kapal dari Malaysia. Hasil ini menunjukkan tingkat kewaspadaan yang tinggi meskipun belum ada penemuan langsung.
Peningkatan Pengawasan dan Rekomendasi X-ray
Razia ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin Kepolisian yang Ditingkatkan (KRYD) yang secara berkala digelar oleh Polda Kepri. KRYD berfungsi sebagai langkah preventif yang komprehensif untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kepulauan Riau.
Sebelumnya, KRYD serupa telah dilaksanakan di Pelabuhan Domestik Sekupang pada Jumat (24/10), dan dilanjutkan pada Sabtu (25/10) di tiga pelabuhan ferry internasional lain di Kota Batam, yaitu Pelabuhan Batam Center, Harbour Bay, dan Bengkong. Dari seluruh kegiatan tersebut, tidak ditemukan adanya narkoba dalam barang bawaan penumpang, menandakan upaya pencegahan yang konsisten.
Menanggapi tantangan pengawasan, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kepri, Kompol Moh. Komaruddin, menekankan pentingnya fasilitas pendukung. "Penting untuk di pelabuhan domestik memiliki x-ray, agar barang penumpang dapat dideteksi lebih ketat," ujarnya, menyoroti kebutuhan akan teknologi yang lebih canggih.
Adanya X-ray di pelabuhan domestik diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk pengawasan dan deteksi dini terhadap upaya penyelundupan narkoba oleh penumpang. Fasilitas ini akan memperkuat sistem keamanan dan mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan narkotika.
Sumber: AntaraNews