Fakta Mengejutkan: Stroke Penyebab Kematian Ketiga Dunia, Kemenkes Minta RS Perkuat Penanganan Penyakit Stroke
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendesak rumah sakit rujukan untuk meningkatkan akses pelayanan dan Penanganan Penyakit Stroke, mengingat penyakit ini menjadi penyebab kematian ketiga di dunia. Apa langkah konkretnya?
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara tegas meminta seluruh rumah sakit rujukan di Indonesia untuk memperkuat akses pelayanan dalam penanganan penyakit stroke. Permintaan ini disampaikan mengingat tingginya angka kematian akibat stroke secara global setiap tahunnya.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan hal tersebut di Jakarta, usai membuka kegiatan Proctoring Bypass Cerebral Surgery di Rumah Sakit Adam Malik secara virtual. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan untuk menghadapi tantangan penyakit ini.
Penyakit stroke diketahui merupakan penyebab kematian nomor tiga di dunia, sebuah fakta yang memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak. Oleh karena itu, Kemenkes mendorong rumah sakit tidak hanya sebagai pemberi layanan, tetapi juga pusat pembelajaran dan rujukan.
Meningkatkan Akses dan Mutu Pelayanan Stroke Nasional
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menekankan pentingnya peningkatan akses pelayanan dalam penanganan penyakit stroke di seluruh rumah sakit rujukan. Penguatan ini bertujuan untuk memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan yang optimal dan tepat waktu. Kemenkes berkomitmen untuk terus mendorong inisiatif semacam ini.
Selain sebagai penyedia layanan kesehatan, rumah sakit juga diminta untuk berperan aktif sebagai pusat pembelajaran dan mentoring. Hal ini termasuk menjadi rujukan utama dalam penanganan penyakit stroke di wilayah masing-masing. Peran ganda ini diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas tenaga medis secara merata.
Kegiatan Proctoring Bypass Cerebral Surgery yang baru saja dibuka merupakan bagian integral dari program penguatan ini. Melalui program tersebut, Kemenkes menegaskan bahwa peran rumah sakit melampaui sekadar memberikan perawatan rutin. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas penanganan stroke.
Inovasi Bedah Otak dan Perluasan Jangkauan Layanan
Melalui operasi bypass cerebral, Dante menegaskan Indonesia kini mampu memberikan layanan medis yang setara dengan mutu dan kualitas di negara-negara maju. Inovasi bedah otak ini menjadi bukti nyata kemajuan teknologi kedokteran di tanah air. Kemenkes sangat mengapresiasi terobosan ini dalam penanganan penyakit stroke.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono secara khusus mengapresiasi Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan RS PON melakukan operasi bypass cerebral pertama di Sumatera Utara. Ini merupakan tonggak penting bagi layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Provinsi Sumatera Utara kini menjadi provinsi kedelapan yang mendapatkan program pengampuan bypass cerebral surgery. Kemenkes tidak ingin berhenti di delapan provinsi saja, melainkan menargetkan seluruh provinsi di Indonesia. Tujuannya adalah agar setiap daerah mampu menyediakan layanan bedah otak tingkat akhir secara mandiri.
Penanganan Kasus Moyamoya di RS Adam Malik
Pelaksana Tugas Direktur Utama RS Adam Malik, dr. Zainal Safri, menjelaskan bahwa operasi bypass cerebral ini bertujuan menangani penyakit moyamoya. Moyamoya merupakan salah satu kondisi serius yang melibatkan masalah pada pembuluh darah di otak. Penanganan penyakit stroke yang komprehensif sangat diperlukan.
dr. Zainal Safri menambahkan bahwa kasus moyamoya sebelumnya belum pernah dilakukan tindakan medis di Rumah Sakit Adam Malik. Oleh karena itu, kerja sama dengan tim medis dari RS PON menjadi sangat krusial. Kolaborasi ini memungkinkan penanganan kasus kompleks seperti moyamoya.
Kerjasama antara RS Adam Malik dan RS PON ini menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas rumah sakit daerah. Tujuannya adalah agar pasien dengan kondisi langka sekalipun dapat memperoleh penanganan terbaik. Ini sejalan dengan upaya Kemenkes memperkuat layanan kesehatan nasional.
Sumber: AntaraNews