Terobosan Baru: RSUP Ben Mboi Kupang Hadirkan Layanan Stroke Komprehensif di NTT Berkat Kerja Sama Pengampuan
RSUP Ben Mboi Kupang kini mampu menyediakan layanan stroke komprehensif di NTT berkat kerja sama pengampuan dengan RS PON, mengurangi kebutuhan rujukan keluar daerah.
RSUP Ben Mboi Kupang kini mampu memberikan pelayanan stroke yang komprehensif di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini terwujud berkat kerja sama pengampuan layanan stroke dengan RS Pusat Otak Nasional (PON) Mahar Mardjono Jakarta. Inisiatif ini bertujuan memperluas akses penanganan penyakit prioritas di wilayah timur Indonesia.
Kolaborasi strategis ini merupakan bagian dari program transformasi layanan rumah sakit Kementerian Kesehatan. Pasien stroke atau bedah saraf di NTT tidak perlu lagi dirujuk ke luar provinsi untuk mendapatkan penanganan. Keberhasilan operasi perdana menjadi bukti nyata peningkatan kapabilitas medis di daerah.
Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes, dr. Obrin Parulian, menyatakan bahwa koordinasi ini sangat mendukung pasien. Layanan ini memastikan penanganan cepat dan tepat bagi masyarakat NTT. Peningkatan fasilitas dan sumber daya manusia menjadi fokus utama dalam program pengampuan ini.
Peningkatan Kapasitas Layanan Stroke di NTT
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendukung penuh program transformasi layanan rumah sakit melalui skema pengampuan. Program ini berfokus pada pengembangan layanan untuk sepuluh penyakit prioritas, termasuk penanganan stroke. Jejaring pengampuan ini melibatkan RS PON Mahar Mardjono sebagai pengampu nasional.
Sementara itu, RSUP Ngoerah Bali berperan sebagai pengampu regional dalam jejaring ini. RSUP Ben Mboi Kupang ditunjuk sebagai rumah sakit yang diampu, menerima dukungan dan pengembangan. Peningkatan kapasitas layanan stroke di NTT menjadi fokus utama dari kolaborasi ini.
Pengembangan layanan dilakukan melalui berbagai aspek penting. Ini meliputi peningkatan kompetensi tenaga medis, pemenuhan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, serta penyediaan sarana prasarana medis. Tujuannya adalah agar kemampuan layanan di RSUP Ben Mboi mendekati standar rumah sakit pengampu.
Dengan adanya jejaring ini, diharapkan kualitas layanan stroke di NTT dapat terus meningkat. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat. Ketersediaan layanan komprehensif di tingkat lokal sangat krusial untuk kasus-kasus darurat seperti stroke.
Keberhasilan Operasi Perdana dan Dampaknya
Dr. Obrin Parulian menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan operasi perdana penanganan stroke di RSUP Ben Mboi. Operasi ini melibatkan tindakan medis kompleks seperti clipping, coiling, dan bypass pembuluh darah otak. Tiga pasien telah berhasil ditangani dua hari sebelumnya.
Kondisi ketiga pasien pasca-operasi dilaporkan stabil, sadar, dan mampu berkomunikasi dengan baik. "Ini bukti bahwa RSUP Ben Mboi sudah mampu memberikan pelayanan penanganan stroke yang komprehensif di NTT," ujar dr. Obrin. Keberhasilan ini menandai tonggak penting bagi fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
RSUP Ben Mboi kini menjadi rumah sakit ke-9 dari 38 provinsi di Indonesia yang berhasil melakukan operasi bypass. Untuk layanan clipping, NTT menjadi provinsi ke-29 yang memiliki fasilitas ini. Sementara itu, layanan coiling menempatkan NTT sebagai yang ke-68 dari 514 kabupaten/kota yang telah menyediakan layanan tersebut.
Capaian ini menunjukkan bahwa RSUP Ben Mboi telah memiliki kapabilitas medis yang mumpuni. Hal ini secara signifikan mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah. Dampaknya, pasien dapat memperoleh penanganan stroke lebih cepat dan efektif di provinsi sendiri.
Perluasan Jaringan dan Dukungan Kemenkes
Dr. Obrin Parulian berharap kerja sama pengampuan layanan stroke ini dapat terus berlanjut dan semakin luas. Tujuannya agar akses masyarakat di wilayah NTT terhadap layanan kesehatan semakin merata. Ia juga berharap layanan ini dapat menarik pasien dari provinsi maupun negara tetangga.
Direktur Utama RSUP Ben Mboi Kupang, dr. Annas Ahmad, menambahkan bahwa dukungan RS PON dan Kemenkes sangat mempercepat penanganan stroke. Penyakit stroke memang membutuhkan layanan segera untuk hasil optimal. Dari Januari hingga Oktober 2025, kurang lebih 250 pasien telah dilayani di RSUP Ben Mboi.
Kemenkes tidak hanya berfokus pada tingkat provinsi, tetapi juga memperluas layanan pengampuan hingga kabupaten/kota. Mereka menyediakan peralatan penting seperti CT Scan dan Cath Lab di rumah sakit daerah. Peningkatan sumber daya manusia juga menjadi prioritas, dengan target realisasi menyeluruh pada tahun 2027.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin turut menyambut baik kerja sama dan operasi perdana ini. Beliau memastikan RSUP Ben Mboi akan mendapatkan bantuan sarana mikroskop bedah saraf. Dukungan ini memperkuat komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan stroke di seluruh Indonesia.
Sumber: AntaraNews