Pemkab Bogor Hadirkan Layanan Stroke DSA Canggih di RSUD Bakti Pajajaran, Bisa Pakai BPJS Kesehatan
Pemerintah Kabupaten Bogor kini menyediakan Layanan Stroke DSA BPJS Bogor di RSUD Bakti Pajajaran, memungkinkan penanganan stroke modern diakses seluruh lapisan masyarakat dengan BPJS Kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui RSUD Bakti Pajajaran kini resmi menyediakan layanan penanganan stroke menggunakan metode Digital Substraction Angiography (DSA). Layanan inovatif ini dapat diakses sepenuhnya oleh masyarakat dengan jaminan BPJS Kesehatan, menandai kemajuan signifikan dalam fasilitas kesehatan daerah. Peresmian ini dilakukan bersamaan dengan peluncuran Cardio Cerebro Vaskular Center (CCVC) dan Oncology Center.
Bupati Bogor Rudy Susmanto secara langsung meresmikan fasilitas canggih ini di Cibinong pada Kamis, 5 Maret 2026. Kehadiran teknologi DSA ini menjadi terobosan penting karena sebelumnya hanya tersedia di rumah sakit besar nasional dengan biaya yang sangat tinggi. Ini menunjukkan komitmen Pemkab Bogor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warganya.
Dengan adanya layanan ini, masyarakat Kabupaten Bogor kini dapat memperoleh penanganan stroke yang presisi dan cepat tanpa terbebani biaya besar. Rudy Susmanto menegaskan bahwa biaya tindakan DSA yang di rumah sakit lain bisa mencapai puluhan juta rupiah, kini gratis bagi peserta BPJS Kesehatan. Ini sejalan dengan upaya Pemkab Bogor mencapai Universal Health Coverage 100 persen.
Terobosan Penanganan Stroke Modern dengan Jaminan BPJS Kesehatan
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi tinggi atas transformasi layanan kesehatan di RSUD Bakti Pajajaran. Ia menyoroti kemampuan rumah sakit daerah ini dalam menghadirkan teknologi medis mutakhir yang sebelumnya hanya ada di sejumlah rumah sakit besar di Indonesia. Layanan DSA ini merupakan bukti nyata peningkatan kualitas fasilitas kesehatan di daerah.
Rudy Susmanto menjelaskan bahwa kehadiran layanan DSA ini merupakan capaian penting bagi Kabupaten Bogor. Sebelumnya, fasilitas serupa hanya tersedia di beberapa rumah sakit nasional terkemuka, seperti Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto dan Rumah Sakit Pusat Pertamina. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Bogor kini memiliki akses setara dengan fasilitas kesehatan di kota-kota besar.
Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen penuh untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas bagi seluruh masyarakatnya. Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen. Untuk mendukung program ini, pemerintah daerah mengalokasikan hampir satu triliun rupiah setiap tahun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menjamin pelayanan kesehatan masyarakat melalui BPJS Kesehatan.
Tujuan utama Pemkab Bogor sangat sederhana, yaitu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Dengan adanya Layanan Stroke DSA BPJS Bogor, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mengakses penanganan stroke akibat kendala biaya.
Inovasi Penanganan Cepat dan Presisi untuk Pasien Stroke
Direktur RSUD Bakti Pajajaran, Yukie Meistisia A Santoso, menjelaskan bahwa rumah sakit juga meluncurkan layanan Inovasi Force Stroke (Code Stroke). Inovasi ini dirancang khusus untuk mempercepat penanganan pasien stroke sejak mereka tiba di instalasi gawat darurat (IGD). Kecepatan penanganan sangat krusial dalam kasus stroke untuk meminimalkan kerusakan otak.
Melalui sistem Code Stroke, RSUD Bakti Pajajaran menargetkan waktu penanganan maksimal 60 menit sejak pasien tiba di IGD hingga mendapatkan tindakan medis. Target waktu ini menunjukkan efisiensi dan kesiapan rumah sakit dalam menghadapi kasus stroke akut. Penanganan cepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan mengurangi risiko kecacatan permanen.
Yukie menambahkan bahwa dengan dukungan alat DSA, diagnosis pembuluh darah otak dapat dilakukan secara presisi dan akurat. Ini memungkinkan tindakan trombektomi maupun intervensi vaskular lainnya dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat. Layanan stroke ini menjadi yang pertama di Bogor Raya, diperkuat oleh dr. Haris sebagai Spesialis Neurologi Konsultan Vaskular Intervensi yang menjadi penggerak utama.
Selain untuk penanganan stroke, fasilitas DSA juga dimanfaatkan untuk tindakan intervensi jantung pada anak dan dewasa. Ini mencakup penanganan penyakit jantung bawaan serta penyakit jantung koroner. Multifungsi alat DSA ini semakin memperkuat kapasitas RSUD Bakti Pajajaran sebagai pusat layanan kardiovaskular.
Pengembangan Layanan Komprehensif dan Zona Integritas
RSUD Bakti Pajajaran tidak hanya fokus pada Layanan Stroke DSA BPJS Bogor, tetapi juga meresmikan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS). UTDRS ini akan bersinergi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor untuk memastikan ketersediaan darah yang aman dan berkualitas. Pengembangan layanan aferesis juga dilakukan untuk kebutuhan hematologi-onkologi, seperti talasemia dan hemofilia.
Rumah sakit ini juga tengah bertransformasi menjadi Oncology Center yang komprehensif. Pengembangan layanan mencakup kemoterapi, imunoterapi, serta riset berbasis pelayanan. Bahkan, pengembangan terapi stem cell juga menjadi bagian dari visi RSUD Bakti Pajajaran untuk penanganan kanker yang lebih baik.
Selain pengembangan layanan kesehatan, RSUD Bakti Pajajaran juga menunjukkan komitmen terhadap tata kelola yang baik. Rumah sakit ini telah menerima sertifikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Ini merupakan pengakuan atas upaya mereka dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan transparan.
RSUD Bakti Pajajaran juga mencanangkan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Inisiatif ini menegaskan dedikasi rumah sakit untuk memberikan pelayanan publik yang prima, bebas dari praktik korupsi, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Sumber: AntaraNews