Kemenkes Perkuat RS Adam Malik Jadi Pusat Unggulan, Ternyata Kasus Moyamoya Lebih Banyak dari Dugaan, Tingkatkan Layanan Stroke
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat rumah sakit unggulan seperti RS Adam Malik untuk pemerataan layanan stroke di seluruh Indonesia. Terungkap, kasus moyamoya ternyata lebih banyak dari dugaan awal.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia secara aktif memperkuat kemampuan rumah sakit di berbagai daerah untuk menjadi pengampu layanan stroke. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan pemerataan dan peningkatan kualitas penanganan stroke di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
Direktur Pelayanan Klinik Kemenkes, dr. Obrin Parulian, menyatakan bahwa program ini dilaksanakan secara nasional, tidak hanya terfokus pada satu rumah sakit saja. Langkah strategis ini diharapkan dapat menyediakan fasilitas layanan stroke yang memadai di 514 kabupaten/kota serta 34 provinsi.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenkes telah mendukung kegiatan operasi bedah otak, termasuk prosedur cerebral bypass surgery, di berbagai provinsi. Salah satu rumah sakit yang kini memiliki kemampuan tersebut adalah RS Adam Malik di Sumatera Utara.
Pemerataan Layanan Stroke di Seluruh Nusantara
Kementerian Kesehatan berkomitmen penuh untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan stroke bagi masyarakat Indonesia. dr. Obrin Parulian menegaskan, "Kami lakukan ini di seluruh Indonesia, bukan hanya di RS Adam Malik." Upaya ini mencakup peningkatan kapasitas dan kapabilitas rumah sakit rujukan di setiap daerah.
Dengan penguatan ini, Kemenkes menargetkan agar setiap kabupaten/kota memiliki fasilitas yang memadai untuk penanganan stroke. Hal ini penting mengingat stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia, sehingga penanganan cepat dan tepat sangat krusial.
Salah satu wujud nyata dari program penguatan ini adalah kegiatan proctorship cerebral bypass surgery. Melalui kegiatan ini, rumah sakit-rumah sakit di daerah mendapatkan bimbingan dan pelatihan untuk melakukan prosedur bedah otak yang kompleks. RS Adam Malik di Sumatera Utara kini telah mampu melakukan cerebral bypass vascular atau operasi bypass arteri.
Penguatan ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta jaringan layanan stroke yang terintegrasi dan merata di seluruh pelosok negeri, mengurangi disparitas akses kesehatan.
Moyamoya: Penyakit Bawaan yang Kian Terungkap
Dalam konteks peningkatan layanan stroke, terungkap pula kasus penyakit moyamoya yang sebelumnya dianggap jarang di Indonesia. Penyakit moyamoya adalah kondisi bawaan lahir yang memengaruhi pembuluh darah di otak, seringkali menyebabkan stroke pada usia muda.
Direktur RS Pusat Otak Nasional (PON) Prof Dr. dr. Mahar Mardjono dr. Adin Nulkhasanah menjelaskan bahwa kasus moyamoya awalnya dianggap langka di Indonesia, dengan prevalensi tertinggi di Jepang. Namun, setelah kemampuan diagnosis dan penanganan meningkat, "ternyata cukup banyak kasus moyamoya," ujarnya.
RS PON sendiri telah menangani 115 pasien cerebral bypass surgery, dengan pasien termuda berusia tiga tahun. Salah satu kasus yang ditangani RS Adam Malik bekerja sama dengan RS PON melibatkan pasien anak yang awalnya mengalami kebas di usia 5 tahun, kemudian pingsan dan mengalami stroke, yang diduga kuat sebagai gejala moyamoya.
dr. Obrin Parulian menekankan pentingnya edukasi masyarakat mengenai penyakit yang dapat dicegah dan deteksi dini. "Moyamoya ini penyakit bawaan dari lahir, makanya perlu sekali kita mengedukasi masyarakat tentang penyakit yang bisa dicegah, melakukan pemeriksaan sehingga kasus ini bisa diketahui secara dini sehingga penatalaksanaan penanganan yang baik," katanya. Dengan demikian, penanganan yang lebih baik dapat diberikan secara tepat waktu.
Diharapkan, jika RS Adam Malik telah mandiri dalam intervensi bedah layanan stroke ini, mereka dapat menjadi pengampu bagi rumah sakit daerah di sekitarnya. Ini akan menciptakan efek domino positif dalam pemerataan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di Sumatera Utara dan sekitarnya.
Sumber: AntaraNews