Fakta! 4.246 Bayi di Lebak Masih Stunting, Program MBG Diharapkan Jadi Kunci Percepatan Penurunan
Pemerintah Kabupaten Lebak gencar berupaya menekan angka stunting yang masih tinggi. Dengan fokus pada ibu hamil, menyusui, dan balita, Program MBG diharapkan menjadi solusi efektif untuk percepatan penurunan stunting.
Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, menaruh harapan besar pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengatasi masalah stunting. Inisiatif ini digulirkan sebagai upaya serius dalam mempercepat penurunan kasus kekerdilan yang masih dialami ribuan anak di daerah tersebut. Fokus utama program kini diperluas untuk menjangkau kelompok rentan yang paling membutuhkan.
Asisten II Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Lebak, Ajis Suhendi, menyampaikan keyakinannya bahwa Program MBG akan berjalan lancar. Ia berharap penerima manfaat program ini tidak hanya pelajar, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Perluasan cakupan ini dinilai krusial untuk mencapai target penurunan stunting secara signifikan.
Data terbaru dari aplikasi elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) menunjukkan bahwa hingga April 2025, terdapat 4.246 bayi di Kabupaten Lebak yang tercatat mengalami stunting. Angka ini setara dengan 4,18 persen dari total 101.513 bayi yang telah diukur dan ditimbang, menandakan urgensi penanganan masalah gizi ini.
Angka Stunting di Lebak dan Harapan Baru Program MBG
Kasus stunting di Kabupaten Lebak masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dengan 4.246 bayi yang teridentifikasi mengalami kekerdilan, upaya komprehensif sangat diperlukan untuk menekan angka tersebut. Program MBG hadir sebagai salah satu strategi utama yang diyakini mampu memberikan dampak positif.
Ajis Suhendi menegaskan bahwa Program MBG yang kini sudah digulirkan pemerintah dipastikan dapat mempercepat penurunan kasus prevalensi stunting di daerah itu. Keyakinan ini didasari pada potensi program dalam menyediakan asupan gizi yang memadai bagi kelompok sasaran. Program ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas.
Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen penuh untuk memastikan efektivitas Program MBG. Melalui koordinasi yang erat dengan berbagai pihak, diharapkan program ini dapat menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan. Penurunan angka stunting menjadi prioritas demi masa depan anak-anak Lebak.
Perluasan Sasaran Program MBG: Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita
Sebelumnya, Program MBG di Kabupaten Lebak lebih banyak melayani penerima manfaat dari kalangan pelajar sekolah. Namun, berdasarkan aturan Badan Gizi Nasional (BGN), program ini juga dibolehkan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pergeseran fokus ini sangat penting untuk percepatan penurunan stunting.
Pihak Pemkab Lebak meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terdekat untuk segera melakukan pendataan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sesuai "by name by address". Pendataan yang akurat ini akan memastikan bahwa bantuan gizi tepat sasaran dan tidak ada yang terlewatkan. Saat ini, Kabupaten Lebak telah memiliki 27 unit SPPG yang beroperasi dan aktif.
Adanya pendataan tersebut, nantinya pihak SPPG setempat juga dapat mendistribusikan menu makanan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Distribusi makanan bergizi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi esensial selama masa kehamilan, menyusui, dan pertumbuhan awal anak. "Kita berharap program MBG berjalan lancar dan penerima manfaatnya juga ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita," ujar Ajis Suhendi.
Mewujudkan Generasi Emas 2045 Melalui Gizi Optimal
Tujuan utama Program MBG adalah pemenuhan gizi anak-anak, yang sejalan dengan visi mempersiapkan generasi emas 2045. Dengan memastikan asupan gizi yang cukup sejak dini, diharapkan anak-anak Lebak dapat tumbuh optimal tanpa hambatan kekerdilan. Investasi pada gizi anak adalah investasi untuk masa depan bangsa.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, menyatakan dukungannya. Ia menyebutkan bahwa MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto bertujuan agar tidak ada lagi anak bangsa yang mengalami stunting maupun kekurangan gizi.
Dengan demikian, seluruh ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan siswa sekolah dapat mengonsumsi makanan yang mengandung gizi dan protein. "Kami mendukung program MBG, karena berdampak positif untuk percepatan penurunan stunting," kata Tuti Nurasiah. Dukungan ini memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mencapai target penurunan stunting. Implementasi Program MBG secara menyeluruh diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesehatan masyarakat Lebak.
Sumber: AntaraNews